Kunjungan ke Ceko, Anggota DPR Diminta Naik Angkutan Umum

Kunjungan ke Ceko, Anggota DPR Diminta Naik Angkutan Umum

Rachmadin Ismail - detikNews
Kamis, 19 Apr 2012 08:11 WIB
Kunjungan ke Ceko, Anggota DPR Diminta Naik Angkutan Umum
Praha - Sejumlah anggota Komisi I DPR berkunjung ke Republk Ceko. Selama di sana, mereka diminta untuk naik angkutan umum dan tinggal bersama mahasiswa Indonesia.

Permintaan ini disampaikan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Republlik Ceko saat bertemu dengan para anggota Dewan tersebut 16 April 2012 lalu di Aula Pertemuan KBRI Praha. Mereka secara simbolik membagikan tiket transport umum lokal untuk digunakan oleh para anggota delegasi saat mengunjungi kota Praha.

“Ini untuk mengajak para delegasi tersebut agar dapat melihat, merasakan, dan mengalami sendiri secara langsung bagaimana sebuah transportasi lokal dijalankan," kata Heru Pranoto, salah seorang mahasiswa yang sedang studi program master di Czech Technical University (CTU) di Praha dalam rilisnya, Kamis (19/4/2012).

"Selain itu tujuan utamanya adalah mengajak para anggota DPR-RI yang kerap melakukan perjalanan keluar negeri agar memiliki sense of crisis, tidak hanya mengandalkan fasilitas negara yang ada di KBRI Praha," sambungnya.

Anggota DPR tersebut berada di Ceko sejak tanggal 15 – 17 April 2012. Rombongan Komisi I ini diketuai oleh Drs. Agus Gumiwang Kartasasmita, dengan anggota-anggota Hj. Lily Chodidjah Wahid, Drs. Sidarto Danusubroto,S.H., Drs. Al Muzammil Yusuf dan Ir. Fayakhun Andriadi, M.Kom. Beberapa staf bidang kesekretariatan dari komisi I juga ikut dalam rombongan ini.

Dalam keterangannya kepada masyarakat yang hadir, Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa tujuan kunjungan mereka adalah sebagai bentuk pelaksanaan tugas pengawasan pada Perwakilan RI di luar negeri karena ini adalah salah satu tugas Komisi I. Selain itu, Komisi I yang mewadahi bidang pengawasan juga menjajagi kemungkinan pengadaan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) dari Republik Ceko.

Kunjungan ini, sebagaimana kunjungan-kunjungan delegasi DPR-RI sebelumnya menuai banyak kritik dan penolakan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa Indonesia yang sedang studi di luar negeri, karena dinilai tidak memiliki sense of crisis atas kondisi keuangan negara yang sedang menanggung bebat berat.

Aliansi Perhimpunan Pelajar Indonesia, atau yang lebih dikenal dengan PPI-Dunia, membuat pernyataan sikap atas kunjungan Komisi 1 DPR-RI ini yang intinya mengimbau agar DPR-RI meninjau kembali seluruh program kunjungan luar negeri mereka, melakukan transparansi program dan akuntabilitas anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan serta membuka akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat tentang program mereka selama di luar negeri.

Pada pertemuan di aula KBRI Praha tanggal 16 April ini, pernyataan sikap PPI-Dunia tersebut juga disampaikan oleh Argya Syambarkah, mahasiswa di Czech University of Life Sciences (CULS), di hadapan para delegasi.

Selain membagi-bagikan tiket transportasi umum lokal kota Praha, PPI-C juga menawarkan pendampingan selama para anggota Komisi 1 DPR-RI melaksakan tugas kunjungan di Republik Ceko, menawarkan anggota delegasi untuk tinggal di flat mahasiswa dan masyarakat lainnya agar dapat merasakan dan melakukan dialog secara langsung dan terbuka dengan para anggota masyarakat.

Selain itu PPI-C juga menawarkan bantuan asistensi penggunaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk melakukan komunikasi interaktif yang real time lewat video conference atau teleconference dengan mitra kerja nya di luar negeri.

“Bukankah DPR-RI sudah memiliki sistem dan perangkat TIK yang mumpuni, sayang jika sistem yang dibangun dengan biaya mahal itu tidak digunakan secara maksmal”, demikian disampaikan oleh Hery Dian Septama, mahasiswa CTU, lainnya.

(mad/mei)


Berita Terkait