"Kami minta audiensi tanggal 1 Mei 2012. Alasan kami memilih hari dan tanggal tersebut karena pada saat itu jutaan manusia dari mereka-mereka yang kami adili perkaranya di pengadilan sedang menyelenggarakan hari ulang tahunnya atau yang dikenal dengan istilah May Day," ujar Sahala Aritonang, Ketua Pengurus Harian Forum Komunikasi Hakim Adhoc PHI (Forkom HAPHI), di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (18/4/2012).
Surat permintaan audiensi sudah diserahkan Sahala ke kantor KemenPAN siang tadi. Nantinya, selain melibatkan pengurus Forkom HAPHI,, audiensi juga mengikutsertakan perwakilan hakim industrial dari seluruh provinsi di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Sahala mengingatkan, bila audiensi tidak menemui titik temu, maka hakim industrial akan melakukan unjuk rasa. "Kita akan lihat apakah menggunakan jubah hakim selain di ruang sidang akan kena saksi pidana dan sanksi administrasi. Kalau hanya sanksi administrasi kita akan mainkan, kalau perlu saya yang pertama dan minta cuti panjang," tegasnya.
Seperti diketahui, hakim ad hoc industrial hanya mendapat uang kehormatan Rp 5,5 juta/bulan. Selain uang tersebut, negara tidak memberikan tambahan uang apa pun ke hakim.
(rif/fdn)











































