"Kalau kita lihat pilkada DKI ini Pilpres mini, artinya pemilu sela, karena melibatkan institusi partai, tokoh, dan media publik. Sehingga banyak eksperimen yang juga dilakukan oleh tokoh dan partai politik," kata Ketua Litbang Partai Golkar Indra J Piliang usai diskusi survei pemilih Jakarta di Wisma Kodel, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (18/4/2012).
Indra melanjurkan, strategi dan metode pun diadu karena Jakarta mempertaruhkan gengsi. "Artinya bagaimana metode bisa menang, karena kita tahu masyarakat pemilih Jakarta lebih rasional dibandingkan pemilih daerah lain," terang Indra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komposisi kelas menengah yang tinggi, komposisi etnis yang berimbang. Pertarungan Jakarta menarik karena masih ada incumbent," tuturnya.
Pertanyaannya, lanjut Bima, seberapa besar tingkat elektabilitas dari incumbent ini. Karena di survei ini saya melihat elektabilitas incumbent saja tanpa kandidat yang lain.
"Kalau kita mau lihat kelas menengah ya lihat di sosial media saja. Di antara kandidat lain siapa yang mampu melakukan itu, dan belum tentu di kalangan menengah ke bawah banjir dan macet itu isu utama. Saya temukan juga mungkin bagi kelas menengah isunya macet tapi lain lagi menengah ke bawah mungkin isunya pangan dan kesejahteraan," jelas Bima.
(vid/ndr)











































