Anggota DPD AM Fatwa pernah berseberangan dengan mantan Pangkopkamtib Laksamana Purn Sudomo di masa Orba. Namun di masa tua, hubungan keduanya membaik. Sudomo bahkan pernah memberikan sebuah mobil Kijang saat Fatwa keluar dari tahanan pada 1994.
"Saat saya keluar penjara, saya diberikan sebuah mobil Kijang. Saya ingat nomor polisinya B 1660 SP," kata AM Fatwa kepada detikcom, Rabu (18/4/2012). Fatwa dihukum 18 tahun dalam kasus subversi Lembaran Putih Tanjungpriok. Saat keluar dari sel, rambutnya telah memutih.
Fatwa mengatakan, mobil itu istimewa karena adalah kendaraan dinas Sudomo sebagai Menko Polkam. "Mobilnya sampai sekarang masih ada, dipakai oleh Yayasan Putra Fatahillah," katanya. Sudomo menjadi Menko Polkam 1988-1993, kemudian menjadi Ketua DPA 1993-1998.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fatwa mengatakan masih sering bertemu dengan Sudomo. Mereka biasanya bertemu saat acara-acara perkawinan. "Kita sering ketemu dan bicara macam-macam," katanya.
Pada tahun 1980 Fatwa pernah menggugat secara perdata Sudomo yang saat itu menjabat Pangkopkamtib, karena dia menjadi korban kekerasan anak buah Sudomo. Akibat gugatannya itu saat sedang menyetir mobil di sekitar Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Fatwa dicelurit oleh dua orang pengendara motor. Fatwa yang terluka parah dibawa ke RSAL Mintohardjo dan mendapat 12 jahitan.
Fatwa telah memendam kelam masa lalu. Hari ini dia mengirimkan bunga tanda duka kepada keluarga (alm) Sudomo dengan tulisan,"Insya Allah Pak Domo khusnul khotimah."
(nal/nrl)











































