"Itu karena pesertanya lebih besar, bisa dua ribuaan orang," jawab Seskab, Dipo Alam, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (18/4/2012).
Jumlah sebanyak itu karena peserta rapat retreat bukan hanya anggota kabinet dan lembaga negara nonkementerian saja. Melainkan juga seluruh kepala daerah tingkat provinsi dan daerah, serta pimpinan BUMN dan BUMD dari seluruh Indonesia.
"Komponen biaya terbesarnya itu untuk menyewa gedung. Kalau di luar ruangan, kan juga harus pasang tenda," tambah Deputi Seskab bidang Administrasi, Djatmiko, pada kesempatan sama.
"Rapatnya sendiri sih tidak ada yang mahal, untuk makanan bisa sampai Rp 15 juta dan itu pun sederhana saja," sambungnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, anggaran Rp 24.7 miliar untuk keperluan seluruh rapat-rapat kabinet selama satu tahun merupakan nilai pagu. Belum tentu seluruh dana yang dialokasikan akan diserap semuanya sebab bisa saja justru dihemat sebab adanya efisiensi.
"Kita mengalokasikan segitu untuk berjaga-jaga. Kalau nanti dikurangi intensitas kegiatan, maka ada penghematan dan uangnya tadi ya tidak dipakai," jelasnya.
(lh/mok)











































