Seskab: Anggaran Rapat Kabinet Bukan untuk Snack

Seskab: Anggaran Rapat Kabinet Bukan untuk Snack

Luhur Hertanto - detikNews
Rabu, 18 Apr 2012 13:21 WIB
Seskab: Anggaran Rapat Kabinet Bukan untuk Snack
Jakarta - Sekretaris Kabinet, Dipo Alam, berterimakasih kepada FITRA yang telah mengkritisi nilai anggaran rapat-rapat kabinet. Perlu ada tolak ukur yang jelas apakah anggaran untuk keperluan selama satu tahun itu berlebihan atau pantas.

"Saya berterimakasih ke FITRA atas masukannya. Kami memang harapkan ada hal-hal yang kritis seperti itu untuk koreksi," ujar Dipo di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (18/4/2012).

Semula memang sempat dianggarkan dana Rp 30,1 miliar untuk membiayai keperluan rapat-rapat kabinet selama satu tahun berjalan. Setelah dilakukan penghitungan ulang, dianggarkan pagu yang lebih rendah yaitu Rp 24,7 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penggunaan anggaran sebesar itu lebih banyak untuk mempersiapkan bahan sidang kabinet yang didahului dengan analisa masalah dan kajian-kajian untuk dipaparkan menteri bersangkutan dalam rapat. Setelah itu ada penyusunan risalah, notulensi, dokumentasi, perluasan informasi hasil sidang, komunikasi pendukung kelancaran sidang serta pemantauan dan perjalanan dinas ke daerah terkait program MP3EI.

"Jadi kegiatannya bukan mempersiapkan makan kecil," papar mantan aktifis mahasiswa dari UI ini.

Di dalam anggaran Rp 20 miliar tersebut juga ada keperluan operasional bila presiden mengundang kepala daerah hadir seperti dalam forum rapat retreat. Termasuk untuk menghadirkan pembicara ahli dalam forum presidential lecturer.

Biaya pelatihan staf Setkab untuk meningkatkan kapasitasnya di bidang hukum biayanya juga diambil dari anggaran yang totalnya Rp 24,7 miliar itu. Para staff tersebut yang nantinya bertugas menyusun keputusan hasil rapat dalam berbagai produk hukum seperti Perpres, Kepres dan Inpres.

"Kita sudah melakukan penghematan, dari ini saja sudah menghemat Rp 6 miliar. Yang paling penting penggunaannya benar, dapat dipertanggungjawabkan dan efektif," jelas Dipo.

(lh/mok)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads