Pakar Komunikasi UI: Koalisi Elit Akan Ditanggapi Negatif
Rabu, 11 Agu 2004 09:01 WIB
Jakarta - Pertemuan calon presiden (capres) dengan sejumlah tokoh politik hanya akan menciptakan koalisi di tingkat elit. Hal semacam itu akan cenderung ditanggapi negatif oleh masyarakat."Koalisi elit akan ditanggapi negatif. Masyarakat melihat seolah-solah suara mereka dijual tanpa persetujuan mereka, padahal sekarang pemilihan langsung," ujar Pakar Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Effendi Ghazali, Rabu (11/8/2004). Sekadar diketahui, Capres Megawati dan Capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) gencar melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh. Terakhir, Megawati menemui Amien Rais di kediamannya. Sementara, SBY sowan ke Gus Dur di Ciganjur. Menurut Effendi, yang terpenting bagi capres adalah meningkatkan citra di mata masyarakat. Karena itu, dia kurang setuju apabila jadwal kampanye pemilu presiden putaran kedua hanya 3 hari saja, yakni 14-16 September 2004. Dia mengusulkan kampanye 18 Agustus-16 September. "Hanya saja didorong membandingkan policy kedua pasangan calon," katanya.Sedangkan 14-16 September dapat digunakan untuk menggelar debat. Misalnya, hari pertama debat antarcapres. Hari kedua giliran cawapres yang berdebat. "Saya membayangkan debat Mega-SBY kemudian Hasyim-Kalla," tuturnya. Upaya koalisi, lanjut Effendi, sah-sah saja dilakukan. Namun, akan lebih baik apabila juga dibuka jalan untuk iklan politik di media, debat antarkandidat dan kampanye langsung. Effendi melihat Megawati mulai membuka diri dengan wartawan. Perubahan sikap Mega itu dinilai Effendi sebagai bentuk peningkatan komunikasi. "Sekarang Ibu Mega mengalami peningkatan komunikasi dengan terbuka kepada wartawan. Namun, kedekatannya dengan masyarakat hanya pada saat acara tertentu seperti peresmian bangunan," jelasnya.Dikatakan Effendi, saat ini memori SBY masih ada di kepala para pemilih. Karena itu, Mega perlu memory twister untuk menaikkan citranya. "Ibu Mega butuh pernyataan politik yang sangat menumental yang mampu memutar memori. Kita menunggu memory twister apa yang akan dilakukan tim Mega," demikian Effendi.
(rif/)











































