"Kalau trennya terus naik sampai 6 bulan sebelum pemilu presiden, mungkin ada parpol yang tertarik mencalonkan. Saya kata 'mungkin',karena DI kan nggak punya parpol," kata Romi, demikian disapa, kepada detikcom, Rabu (18/4/2012).
Menurut Romi, saat ini Dahlan perlu menjaga popularitas. Dia mendengar isu ada tim yang dibentuk khusus untuk masalah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk masalah popularitas, menurut Romi, Dahlan punya lebih dari cukup instrumen. "Pada titik ini dia diuntungkan karena menjadi pemilik banyak jaringan media, jadi ibaratnya publikasi berbiaya murah. Sementara yang dimiliki parpol adalah kewenangan pencalonan yang diberikan oleh UUD,"katanya.
Meski orang populer tak selamanya sukses di capres. Perlu konsistensi menjaga daya jual di masyarakat dan elit parpol yang masih berburu capres ataupun cawapres.
"Nah, terkait pemopuleran, perlu dicatat banyak yang sebelumnya test the water untuk pencapresan ternyata mundur teratur karena respon 'pasar' kurang bersahabat. Jadi, kita tunggu saja respon 'pasar', toh pilpres masih cukup lama, siapa tahu ada yang minat," tandasnya.
(van/rmd)










































