"Jadi keputusan Ical itu sangat prematur dan ademokratis, karena lebih diwarnai semangat transaksi dengan DPD, yang bertradisi pragmatis. Akibatnya, secara sadar Ical telah melantik diri sendiri menjadi musuh bersama tokoh-tokoh Golkar yang punya pengaruh kuat, baik kedalam maupun keluar," kata tokoh senior Golkar, Zainal Bintang dalam pesan singkat kepada wartawan, Selasa (17/4/2012).
Faksi-faksi di internal Golkar bisa bergejolak dengan sikap Ical memaksakan pencapresan. Mengingat DPD Golkar tingkat II belum diajak bicara soal hal ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lagi para 'macan"' mantan penguasa Golkar. Yang sudah jelas punya basis masa di internal Golkar. Bisa saja mereka menggunakan kekuatan yang tersisa untuk mengganjal pencapresan Ical.
"Masih ada kekuatan macan tidur siap menyerang niat Ical mau maju sebagai Capres, dan kekuatan juga sudah bekerja secara diam-diam dan alamiah. Macan tidur yang ada di internal Golkar adalah kelompok Agung Laksono (AL), Fadel Muhammad (FM), yang punya basis cukup dan berpengaruh,"katanya.
Para 'macan' ini diyakini masih cukup berpengaruh. Semua adalah dedengkot Golkar, sebagian diantaranya eks pendukung fanatik Surya Paloh.
"AL dikenal sebagi dedengkot dengan basis Kosgoro 57 yang punya kader ada di seluruh Indonesia. Sedangkan FM punya basis kuat di Indonesia Timur dan masyarkat Islam. Kekuatan macan tidur ketiga adalah kelompok Surya Paloh (SP).Terus terang pendukung SP cukup banyak di internal Golkar,mereka itu adalah kader Golkar eks alumni pendukung SP di Munas Pekanbaru," jelasnya.
(van/ndr)











































