"Tentu kami mendoakan yang bersangkutan dapat segera sembuh dan pulih sehingga dapat menjalani pemeriksaan," Jubir KPK Johan Budi SP di kantornya,Jl Rasuna Said Jaksel, Selasa (17/8/2012).
Johan mengatakan, karena alasan sakit pula, Endang absen dari pemeriksaan yang sedianya dilangsungkan pada (26/4) silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih saat ini dirawat di RSCM. Belum dipastikan apa penyakit yang diderita Endang, namun sejumlah pejabat sudah mendengar kabar tersebut.
"Saya sudah dengar beliau sakit, tapi belum dapat laporan sakit apa," kata Menko Kesra Agung Laksono saat dikonfirmasi detikcom, Selasa.
Agung mengaku belum bertemu Endang sejak beberapa hari belakangan karena memang tidak ada agenda rapat menteri. Namun dia meminta agar seluruh masyarakat mendoakan kesehatan wanita berambut pendek tersebut.
"Kita doakan aja semoga sehat," terang Agung.
Sumber detikcom di lingkungan istana juga membenarkan kabar ini. Menurut dia, Endang saat ini dirawat di RSCM. "Bukan di RSPAD, tapi di RSCM," imbuh sang sumber.
Sebelumnya, seorang sumber mengatakan, Endang sudah 2 pekan di RSCM. Dia dikabarkan menjalani perawatan penyakit kanker yang diderita sejak tahun 2010 lalu.
Menkes pertama kali diketahui menderita kanker pada 16 Januari 2011 yang diumumkan oleh Staf Khusus Menkes Bidang Politik dan Kebijakan Kesehatan, Bambang Sulistomo.
Sakit yang diderita Menkes diketahui setelah check up klinis sekitar Oktober 2010. Menurut Bambang, selama ini tidak ada gejala apa pun yang muncul. Karena itu ketika Menkes dinyatakan terkena kanker paru, kabar itu sangat mengagetkan.
Sedang kasus hukum yang membelit Endang terkait pengakuan tersangka kasus pengadaan alat kesehatan flu burung Ratna Dewi Umar. Dia menyebut ada kaitan kasusnya dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedianingsih. Hal tersebut terkait dengan jabatan Endang sebagai Kepala Pusat Litbang Biomedis dan Farmasi ketika pengadaan tersebut berlangsung.
"Saya tidak mengerti apa-apa kenapa beliau (Endang) dipanggil kaitannya apa. Yang saya mengerti, yang jelas tahun 2007 beliau sebagai Kepala Pusat Litbang Biomedis dan Farmasi ketika pengadaan tahun 2007," kata Ratna Dewi Umar usai diperiksa KPK, Kamis (29/3).
(fjr/ndr)











































