Agar Tak Korupsi, PNS Jangan Tergiur Budaya Konsumtif

Agar Tak Korupsi, PNS Jangan Tergiur Budaya Konsumtif

Indra Subagja - detikNews
Selasa, 17 Apr 2012 17:51 WIB
Jakarta - Budaya konsumtif dinilai jadi salah satu pendorong perilaku buruk korupsi. Nah, kalangan pegawai negeri sipil (PNS) agar tak terjebak korupsi perlu menjaga diri, jangan sampai tergiur gaya hidup mewah.

"Korupsi juga disebabkan karena budaya konsumtif," jelas peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Abdulah Dahlan saat berbincang, Selasa (17/4/2012).

Karena itu, Abdulah mengamini keprihatinan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas yang menyebut sejumlah PNS yang memiliki gaji hanya Rp 5 juta mengambil kredit mobil. Untuk membayar kebutuhan itu, korupsi menjadi pilihan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abdulah menilai, dengan adanya fenomena itu KPK perlu segera melakukan tindak lanjut. Misalnya, kalau ada PNS yang bergaya hidup mewah dan memiliki harta tidak wajar perlu diperiksa.

"Perlu ada langkah konkret juga bagi KPK dalam menyikapi fenomena soal aset yang tidak wajar dimiliki PNS. Misal hasil PPATK soal rekening gendut PNS juga belum ada kejelasan penindakannya. Seharusnya untuk pencegahan bisa dilakukan," kata Abdulah.

Ukuran gaya hidup mewah itu pun bisa menjadi penilaian dalam promosi jabatan. "Misal ketika akan promosi dalam jabatan PNS maka ada kewajiban dalam melaporkan harta kekayaan. Ya gaya hidup bagian yang mendorong budaya korupsi," tuturnya.

(ndr/nrl)


Berita Terkait