Polda Jabar Cek Penangkapan Awak Sumedang Ekspress Terkait 'Polisi Ngamuk'

Polda Jabar Cek Penangkapan Awak Sumedang Ekspress Terkait 'Polisi Ngamuk'

Indra Subagja - detikNews
Selasa, 17 Apr 2012 16:59 WIB
Jakarta - Polda Jabar mengaku belum tahu soal insiden penangkapan awak koran Grup Jawa Pos, Sumedang Ekspress terkait pemberitaan 'Oknum Polisi Ngamuk'. Polda Jabar belum menerima laporan dan masih mengecek.

"Kita belum terima laporan. Saya cek dulu ya," jelas Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul, saat dihubungi detikcom, Selasa (17/4/2012).

Martinus pun meminta untuk menunggu. Informasi penangkapan itu sedang ditelusuri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui kantor redaksi harian Sumedang Ekspress sore ini kosong melompong. Penyebabnya, seluruh kru redaksi mereka ditangkap polisi gara-gara menempelkan poster klipingan koran bertuliskan 'Oknum Polisi Ngamuk' di mobil karnaval.

Direktur Sumedang Ekspress Dadan Ali Sundana menerangkan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB siang tadi. Seluruh karyawan dan awak redaksi saat itu sedang mengikuti pawai karnaval dalam rangka hari ulang tahun Kota Sumedang, Jawa Barat.

Nah, saat karnaval tersebut, kru menempel poster koran Sumedang Ekspress yang terbit pada tanggal 4 April lalu. Kebetulan, headline koran sedang menyoroti kekerasan polisi dengan judul 'Oknum Polisi Ngamuk'.

"Poster itu dianggap sebagai hinaan. Katanya dianggap sebagai baliho, sekarang seluruh redaksi sedang di-BAP. Kantor kosong," kata Dadan saat berbincang detikcom.

(ndr/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini