Ini Dia Rambu-rambu Bangunan Tahan Gempa

Ini Dia Rambu-rambu Bangunan Tahan Gempa

- detikNews
Selasa, 17 Apr 2012 16:47 WIB
Ini Dia Rambu-rambu Bangunan Tahan Gempa
Jakarta - Anda sedang membangun gedung? Saatnya memperhatikan rambu-rambu berikut supaya gedung yang Anda bangun tidak luluh lantak saat gempa menyapa.

"Dalam rangka mitigasi bencana, kita perlu mengimplementasikan bahan tahan gempa. Pertama, perlu adanya peta hazard gempa," kata Guru Besar Teknik Sipil ITB, Gde Widiadnyana, dalam acara diskusi tentang mitigasi gempa di gedung Krida Bhakti, Jalan Veteran 12, Jakarta, Selasa (17/4/2012).

Selanjutnya, gedung bangunan harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk mencegah kerusakan rumah lebih buruk dari gempa. "Gedung dibangun sesuai SNI tentang pedoman perencanaan bangunan tahan gempa. Ketiga, harus sesusai SNI tentang perencanaan struktur yaitu beton, baja dan kayu," ujar Gde.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan yang terakhir, pembuat gedung harus mengetahui perilaku bahan gedung. "Kesiapan kita dalam menyediakan tahan gempa bisa dicapai dengan mematuhi pedoman-pedoman tersebut," beber Gde.

Lantas untuk mengukur apakah bangunan tersebut tahan gempa, bisa dilihat saat bangunan digoyang gempa. Jika bangunan tersebut sudah memenuhi standar gedung tahan gempa, maka gedung akan bergoyang ke kanan dan ke kiri saat gempa.

"Kalau gedung yang buruk, ketika ada gempa maka bangunan seperti berputar," beber Gde.

Namun jika telah memenuhi rambu-rambu di atas, bukan berarti bebas 100 persen dari gempa. Bangunan masih bisa mengalami kerusakan saat gempa tetapi diharapkan tidak sampai mengakibatkan korban jiwa.

"Contohnya jika terjadi gempa ringan, bangunan tidak boleh mengalami kerusakan. Bahkan saat gempa terjadi, bangunan harus masih berfungsi degan baik," terang Gde.

Lalu jika terjadi gempa menengah, bangunan boleh mengalami kerusakan non struktural dan segera bisa digunakan setelah gempa berhenti.

"Jika terjadi gempa kuat bangunan boleh mengalami kerusakan strutural tapi tidak boleh ada yang mengalami korban jiwa akibat gempa itu," tuntas Gde.

(asp/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads