Komisi I: Anggota TNI yang Terlibat Geng Motor Harus Dihukum Berat

Komisi I: Anggota TNI yang Terlibat Geng Motor Harus Dihukum Berat

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Selasa, 17 Apr 2012 15:44 WIB
Jakarta - Komisi I DPR mendesak polisi bersama polisi militer mengusut aksi geng motor brutal. Adanya dugaan oknum TNI yang terlibat harus disanksi berat.

"Jadi yang pertama geng motor itu yang berkelompok itu dari awal lebih banyak kepada keroyokan satu kelompok dengan kelompok lain. Kan yang pertama ada anggota TNI yang kena juga. Saya lihat indikasi yang kedua itu balas dendam,"kata Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin, kepada detikcom, Selasa (17/4/2012).

TB Hasanuddin melihat ada indikasi balas dendam sesama geng motor. Bahkan sampai memakan korban jiwa. "Pertama saya lihat ada anggota TNI yang kena pukul. Kemudian ada pembalasan, ada penembakan dari kelompok mana. Kan ada anggota TNI yang ketembak kupingnya ya,"katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu pengusutan diharapkan dapat dilakukan semaksimal mungkin. Dilanjut dengan pemberian sanksi berat kepada aparat yang terlibat.

"Semua yang terlibat harus ditindak apakah TNI, polisi, ataupun orang sipil. Makanya harus diselidiki tim gabungan polisi militer dengan polisi, jangan sebelah-sebelah. Menyangkut nanti anggota TNI atau Polri terlibat ya dikenakan hukuman lebih berat itu ada mekanismenya," tandasnya.

Dua anggota TNI yang tertembak, Prada Akbar Fidi Aldian dan Kelasi Sugeng Riyanto diduga terlibat dalam penyerangan di Jalan Pramuka, Jakarta Pusat. Keduanya berboncengan motor dan ikut konvoi geng pita kuning.

"Memang mereka menggunakan motor (saat melintas di TKP), bersama rombongan itu (geng pita kuning)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/4/0212).

(van/mok)


Berita Terkait