"Tidak peduli siapa pun dia dari warga apa pun, berseragam atau tidak, aparat atau sipil, negara harus menindak keras bentuk-bentuk teror di Ibukota tidak dibenarkan atas nama apa pun," kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/4/2012).
"Kita minta aparat kita bekerjasama dengan elemen penindak di kesatuan yang kita miliki apakah garnisun atau lainnya untuk memastikan tidak ada lagi peristiwa yang memalukan seperti itu," sambung politisi Golkar ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya memang namanya saja geng motor. Kesannya anak-anak geng ini hebat. Kok bisa membuat kota menjadi sunyi dan mencekam. Aparat keamanan harus menindak," desaknya.
Dia pun berharap aparat tak takut dengan siapa pun di balik aksi teror ini. Karena aparat punya kewajiban menjaga ketertiban masyarakat.
"Mosok ora wani kan kudu wani (masak tidak berani, kan harus berani). Kan sudah kita sarankan unit reaksi penindakan bekerjasama," tandasnya.
(van/mad)











































