"Kian hari Indonesia kian mengalami krisis karakter. Pembangunan humaniora tampaknya mengalami kegagalan. Hal ini menurut kami belum ditemukannya format ideal konsep pembangunan humaniora di Indonesia," kata budayawan Erwan Suryanegara seusai pemutaran film dokumenter "Napak Tilas Sriwijaya di Bumi Nusantara" di sekretariat Yayasan Tandipulau, Jalan Diponegoro 23, Palembang, Selasa (17/04/2012).
"Oleh karena itu, kami mengusulkan Kongres Kebudayaan Indonesia 2012 terselenggara di Sumatera Selatan dan bisa melahirkan rekomendasi ke pemerintah yang berguna sebagai pijakan pembangunan," kata Erwan yang diamini sejumlah pekerja seni dan budaya yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Usulan ini muncul, sebab sampai saat ini pemerintah belum memastikan lokasi atau tempat Kongres Kebudayaan Indonesia 2012. Kongres sebelumnya pada 2008 digelar di Bogor, dan pada 2003 digelar di
Bukittinggi, Sumatera Barat.
"Kami pun berkeyakinan pemerintah daerah di Sumatera Selatan, seperti Palembang, Kayuagung, atau Pagaralam siap menjadi tuan rumah," katanya.
(tw/trw)











































