"Bu Miranda kan di sidang juga pernah bilang dia meminta bantuan. Tapi konteksnya adalah bantuan doa seperti dia meminta bantuan kepada kawan-kawan lainnya. Standarlah, seperti orang yang sedang dalam lomba kan biasa itu meminta bantuan doa," kata pengacara Miranda, Dodi Abdulkadir, melalui telepon selulernya, Selasa (17/4/2012).
Namun permintaan bantuan Miranda itu tidak diiringi oleh pemberian sesuatu kepada Nunun. Dodi juga membantah jika Miranda disebut sebagai motivator suap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada persidangan Senin kemarin, Nunun mengaku telah menfasilitasi pertemuaan antara Miranda Goeltom dengan Anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 di kediamannya di Cipete, Jakarta Selatan.
"Saya tidak mengundang tetapi saya hanya diminta tolong Ibu Miranda untuk diperkenalkan dengan Anggota DPR," kata Nunun saat menjalani pemeriksaan Terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (16/4).
"Memang benar ada diskusi tapi saya tidak dilibatkan saya hanya menfasilitasi. Dalam diksusi itu saya tidak interest apapun dan kepentingan apapun. Untuk prosesnya saya tidak tahu menahu," ujar Nunun.
Dalam pertemuan itu, Nunun mendengar ada seseorang yang mengatakan 'ini bukan proyek thank you.'
"Ini bukan proyek thank you' kira-kira demikian," kata Nunun.
Namun, ketika jaksa mencoba mengkorek informasi tersebut lebih lanjut, Nunun mengaku lupa. Nunun bahkan tidak mengetahui apakah pernyataan itu dilontarkan oleh seorag wanita atau seorang pria.
"Saya lupa yang mulia," ujar Nunun.
Nunun juga tidak mengetahui maksud perkataan itu. Ia menduga maksud 'thank you' itu adalah ucapan terima kasih. "Harus ada ucapan terima kasih barangkali," tandasnya.
(/mok)










































