Presiden Minta BNPB dan BMKG Susun Masterplan Antisipasi Gempa & Tsunami

Presiden Minta BNPB dan BMKG Susun Masterplan Antisipasi Gempa & Tsunami

Prins David Saut - detikNews
Selasa, 17 Apr 2012 01:02 WIB
Presiden Minta BNPB dan BMKG Susun Masterplan Antisipasi Gempa & Tsunami
Jakarta - Presiden SBY menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk menyusun masterplan antisipasi bencana tsunami dan gempa bumi di Indonesia. Masterplan tersebut ditargetkan selesai dalam dua bulan kedepan.

"Presiden menginstruksikan kepada Kepala BNPB dan Kepala BMKG untuk menyusun masterplan antisipasi bencana gempabumi dan tsunami di masa mendatang. Kepala BNPB, Syamsul Maarif memaparkan laporan penanganan gempabumi dan tsunami di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Bengkulu. Secara umum penanganan lebih baik dibandingkan tsunami 2004," hal ini disampaikan Presiden dalam rapat terbatas di Istana Bogor, dan dijelaskan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui surat elektronik yang diterima detikcom, Senin (16/4/2012).

Sutopo mengatakan hal ini dilatarbelakangi oleh kemacetan yang muncul akibat kepanikan warga ketika bencana terjadi berbeda ketika simulasi bencana dilakukan. Sehingga beberapa rencana antisipasi bencana dicetuskan dalam rapat terbatas tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sebagian daerah terjadi kemacetan saat evakuasi karena masyarakat membawa kendaraan dan panik. Saat gladi, semua bisa berjalan lancar karena masyarakat tidak membawa kendaraan. Untuk mengatasi hal itu diusulkan pembangunan shelter vertikal, penambahan infrastruktur peringatan dini tsunami seperti sirine, buoy tsunami, peralatan pasang surut, GPS dan lainnya," papar Sutopo.

Presiden juga meminta kementerian atau lembaga terkait membantu BNPB dalam merealisasikan instruksi ini. Instruksi ini pun diharapkan dapat terealisasikan dalam waktu dua bulan ke depan, dengan mengutamakan daerah rawan bencana.

"Presiden meminta agar kementerian atau lembaga lain membantu BNPB yang tugasnya begitu besar. Diharapkan masterplan antisipasi gempa dan tsunami selesai dalam waktu 1-2 bulan ke depan. Presiden telah menyetujui anggaran akan dialokasikan tahun 2013 karena semua itu demi menyelamatkan jiwa masyarakat. Tahun ini BNPB diminta merencanakan semua untuk kebutuhan 2013 tersebut. Dari banyak lokasi yang terancam dipilih daerah-daerah prioritas yang memang rawan gempa dan tsunami," terang Sutopo.

Selesai rapat terbatas, BNPB dan beberapa lembaga terkait langsung menindaklanjuti instruksi tersebut untuk menyusun waktu perencanaan. "Selesai rapat di Istana Bogor, BNPB segera menindaklanjuti rapat pimpinan yang langsung dipimpin Kepala BNPB. Rapat membahas rencana menyusun waktu perencanaan penyusunan masterplan tersebut termasuk dana yang diperlukan. Rapat koordinasi dengan BMKG, BPPT, LIPI, Bakosurtanal, dan Pemda akan segera dilakukan dalam waktu dekat," tutupnya.

(vid/ega)


Berita Terkait