Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago menilai jika pelaksanaan pilkada DKI Jakarta berlangsung dua putaran maka sulit bagi Gubernur incumbent Fauzi Bowo untuk memenangkan pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kandidat yang akan bertarung dalam pilkada tersebut.
"Pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli berusaha untuk memenangkan pilkada dalam satu putaran, karena jika berlangsung dua putaran sulit maka akan menyulitkannya untuk menang," kata Andrinof kepada wartawan disela-sela pembekalan tim survei Cirus Surveyor Group untuk Pilkada DKI Jakarta, di kampus UI Kota Depok, Senin (16/4/2012).
Menurutnya, selain pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli akan masuk dalam putaran kedua, ada tiga kandidat lainnya yang berpeluang untuk maju putaran kedua yaitu Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. Selanjutnya Hidayat Nur Wahid dan Didiek J Rachbini, serta Alex Noerdin dan Nono Sampono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andrinof mengatakan yang perlu diwaspadai oleh pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli adalah adanya sasaran tembak bagi incumbent tersebut yang dijadikan musuh bersama ketika diputaran kedua. Andrinof melihat sosok calon gubernur yang tampil maka diprediksi Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung dalam dua putaran.
"Lawan-lawan politik Foke bisa saja bergabung diputaran kedua, ini tentunya menyulitkan. Melihat calon yang tampil, pertarungan Pilkada Jakarta sangat berat, sehingga tak ada yang menang dalam satu putaran," ujarnya.
Ia mengatakan, berat bagi pasangan cagub DKI Jakarta untuk memenangkan Pilkada dalam hanya satu putaran, karena harus memperoleh suara lebih dari 50 persen.
"Tinggal bagaimana pasangan calon ini mengambil hati warga Jakarta untuk memilihnya," ungkapnya.
Sementara untuk pasangan yang berasal dari calon independen Faisal Basri-Biem Benjamin dan Hendardji Supandji serta Achmad Riza Patria akan sulit untuk menembus dua besar atau ke putaran kedua.
"Walaupun peluang ada tapi sangat kecil sekali," ujarnya.
Andrinof menilai sosok yang tampil dalam pilkada DKI Jakarta mempunyai kapasitas dan kapabilitas untuk memimpin ibu kota negara tersebut. Ia mencontohkan Fauzi Bowo atau biasa disebut Foke mempunyai pengalaman memimpin DKI Jakarta. Sementara Joko Widodo mempunyai kemampuan, pengalaman, berani, jujur, namun belum mempunyai basis massa pendukung yang loyal.
Sedangkan Alex Noerdin meskipun didukung oleh Partai Golkar sulit untuk bertarung di Pilkada DKI Jakarta tersebut. Untuk pasangan PKS Hidayat Nur Wahid-Didiek J Rachbini mempunyai basis massa pendukung yang solid mempunyai peluang untuk maju keputaran kedua.
Sebanyak enam pasangan mendaftar dalam Pilkada DKI pada 11 Juli. Enam pasangan tersebut yakni Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, Alex Noerdin dan Nono Sampono, Hidayat Nur Wahid dan Didiek J Rachbini.
Selanjutnya Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama, Faisal Basri-Biem Benjamin, dan Hendardji Supandji serta Achmad Riza Patria.
(ega/ega)










































