"Tadi kita sudah minta ke rumah sakit untuk bullet-nya karena diduga masih ada bullet-nya," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Saud Usman Nasution, di Jakarta, Senin (16/4/2012).
Serpihan peluru tersebut, jelas Saud, selanjutnya akan digunakan sebagai barang bukti penyelidikan kepolisian. Dari timah panas yang tersisa itu polisi berharap mengetahui jenis senjata apa yang digunakan pelaku penembakan yang hingga saat ini masih misterius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi percayakan tim dilapangan, apa motifnya nanti akan diungkap," kata Saud.
Polri masih menunggu pemulihan kedua personel tersebut pasca insiden penembakan yang menimpa keduanya. Bila dinilai kondisinya keduanya sudah membaik, polri akan memintai keterangan keduanya.
"Secepatnya kita minta izin pimpinannya untuk dimintai keterangan," papar Saud.
Informasi dihimpun detikcom dari sumber terpercaya menyebutkan, kedua korban pada dini hari itu ikut berkonvoi dengan sekitar 50 motor lainnya. Mereka berkonvoi mulai dari Tanjung Kiting, Jakarta Utara hingga ke Jalan Pramuka, Jakarta Pusat.
"Menurut keterangan saksi, kedua korban menggunakan pita kuning dan ikut dalam rombongan konvoi," terang sumber itu.
Di tengah perjalanan, keduanya tumbang ketika sebuah mobil Toyota Yaris warna putih menembak rombongan konvoi tersebut. Prada Akbar mengalami luka tembak pada bagian dada kanannya, sementara Kelasi Sugeng mengalami luka tembak pada telinga kirinya. Saat ini keduanya masih dirawat di RSPAD dan RSAL Mintohardjo.
(ahy/mad)










































