"Sisa 28 orang lagi, kita masih cari. Statusnya buron," kata Kadiv Pemasyarakatan Aceh, Jauhar Fardin, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (16/4/2012).
Menurut Jauhar, pihaknya masih melakukan pencarian bersama kepolisian. Bila terdeteksi, maka para tahanan dan napi itu akan segera ditangkap.
Terkait kemungkinan adanya peristiwa serupa, Jauhar mengaku tak bisa berbuat banyak. Dia akan tetap mengutamakan keselamatan jiwa para tahanan dan petugas di rutan bila terjadi tsunami atau gempa besar.
"Sulit sekali, karena kalau kita biarkan air masuk, bisa mati kita semua. Pengalaman tahun 2004 itu sangat traumatik," terangnya.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (11/4) lalu. Gempa 8,5 skala richter di NAD membuat penghuni Rutan Sigli yang berada di pesisir pantai kocar-kacir. Petugas lalu membuka pintu tahanan agar tahanan bisa menyelamatkan diri.
Seiring kondisi yang mulai aman, awalnya ada 53 napi yang sempat dinyatakan tak kembali, namun jumlah itu semakin hari terus berkurang hingga menyisakan 28 orang.
(mad/nrl)











































