Ketua DPP Golkar: Survei Pencapresan Ical Kurang Kuat

Ketua DPP Golkar: Survei Pencapresan Ical Kurang Kuat

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Senin, 16 Apr 2012 16:25 WIB
Ketua DPP Golkar: Survei Pencapresan Ical Kurang Kuat
Jakarta - Ketua DPP Golkar Hadjrianto Tohari menilai survei pencapresan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) belum cukup kuat. Perlu dilakukan survei lanjutan sebelum memutuskan pencapresan Ical.

"Tapi terus terang sampai hari ini, itu belum dirumuskan dan diputuskan mekanisme survei yang seperti apa artinya survei ini bisa dilakukan lembaga survei mana saja dan Golkar belum putuskan yang mana yang akan digunakan sebagai mekanisme tentukan capres," kata Hadjrianto kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2012).

Menurutnya, Golkar masih belum memutuskan ramuan survei yang paling pas. Lembaga mana saja yang akan melakukan survei.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang harus diputuskan mekanisme survei itu. Based pengalaman dua kali pilpres Akbar Tandjung itu survei dan JK tidak dilakukan survei dan konvensi semata-mata rapimnas. Sekarang merujuk pidato ketum akan ditempuh melalui survei yang penting survei seperti apa kalau yang sudah belum merupakan survei yang kuat," kata Hadjri.

Meskipun diakui Hadjri capres Golkar kemungkinan besar tetap Ical. Karena sebagai Ketua Umum Ical diberikan kesempatan lebih luas.

"Tentu ketum mendapatkan privilege karena dipilih di munas jadi bukan asing kalau memiliki privilege, tentu demikian Pak Ical katakan akan lakukan survei. Ya survei yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademis dan metodologis karena gambarkan elektabilitasnya seperti apa maka dari itu harus survei kredibel ilmiah dan oleh lembaga yang bereputasi tinggi dan tak menggantungkan pada satu lembaga tapi beberapa lembaga ada second opinion dan benchmark dan diambil rata-rata,"tandasnya.

(van/mad)


Berita Terkait