Lalu, bagaimana dengan polisi sendiri, apakah ada ketakutan dalam mengusut dan mengungkap kasus tersebut?
"Oh tidak takut," tegas Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Saud Usman Nasution, di Jakarta, Senin (16/4/2012).
Menjadi pertanyaan penting ketika aksi yang dilakukan gerombolan bermotor berjumlah sekitar 200an orang tidak terdeteksi oleh polisi. Padahal mereka beraksi sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari.
Belum lagi rute dan titik penyerangan yang ditempuh gerombolan tersebut cukup memakan waktu lama, yaitu 8 tempat kejadian perkara (TKP) yang ada di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.
"Setelah melakukan penganiayan mereka langsung melarikan diri. Jadi kita mengejarnya juga entah ke mana karena saksi sangat minim sekali. Walaupun ribuan orang tapi kalau tidak ada yang berikan kesaksian sama saja kan?" kata Saud beralasan.
"Ini sangat sulit karena saksi sangat minim. Kita harapkan masyarakat jangan takut berikan informasi sebanyak mungkin biar cepat mengungkapnya," imbuh Saud.
Jumlah gerombolan bermotor yang menggunakan simbol pita kuning itu melakukan aksi dalam jumlah yang besar. Polri pun mengaku tidak memungkinkan memeriksa satu persatu kelompok-kelompok bermotor yang saat itu melintasi jalanan Jakarta.
"Kalau malam minggu banyak rombongan sepeda motor, tidak mungkin cek satu persatu. Belum tentu juga ada petugas di lapangan yang mengikuti itu. Apalagi mereka mobile cepat," papar Saud sembari mengulangi keterlibatan masyarakat dalam pemberian informasi guna pengungkapan cepat kasus tersebut.
Polri enggan berandai-andai mengenai tudingan keterlibatan TNI dalam aksi brutal tersebut. Adapun alasan pelibatan TNI dalam mengusut aksi brutal tak lain karena ingin tidak ada saling tuding dalam aksi tersebut.
"Kita lihat akar permasalahannya, kasus ini siapa terkait apa. Makanya kita kerjasama dengan POM TNI untuk memperjelas supaya tidak saling mencurigai dan ada informasi akurat," kata Saud.
Meski demikian, Polri tegaskan tetap akan menindak tegas siapapun yang terlibat dalam aksi brutal pekan lalu.
"Siapa pun yang terlibat akan kita mintai pertanggung jawaban," tegas Saud.
(ahy/mad)











































