Saksi: 7-Eleven Salemba Diserang 3 Kali oleh Geng Motor Pita Kuning

Saksi: 7-Eleven Salemba Diserang 3 Kali oleh Geng Motor Pita Kuning

Nala Edwin - detikNews
Senin, 16 Apr 2012 11:47 WIB
Saksi: 7-Eleven Salemba Diserang 3 Kali oleh Geng Motor Pita Kuning
Jakarta -

7-Eleven Salemba diserang oleh puluhan pria bermotor pada Jumat (13/4) dinihari. Toko yang ada di seberang kampus FKUI ini ternyata diserang sebanyak tiga kali oleh geng motor berpita kuning ini.

"Diserangnya bukan sekali saja, tapi sempat diserang tiga kali," kata salah seorang pekerja yang kantornya terletak tidak jauh dari 7-Eleven Salemba, Senin (16/4/2012). Sumber yang menolak disebut namanya ini menyaksikan peristiwa itu dari ketinggian kantornya.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB itu terjadi sangat cepat. Pada penyerangan pertama ada sekitar 50 motor yang menyerang 7-Eleven yang saat itu dipenuhi pengunjung. Saat itu 7 motor yang sedang diparkir di depan 7-Eleven itu dirusak geng motor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Motor-motor itu terlihat terjatuh. Motor yang paling parah dirusak adalah motor Kawasaki Ninja 250R warna putih yang terparkir di tengah halaman parkir 7-Eleven. "Setelah penyerangan pertama mereka pergi ke kawasan Pramuka," katanya.

Kemudian geng motor itu kembali lagi dengan jumlah yang lebih besar. Jumlahnya mencapai ratusan motor. Jarak antara penyerangan pertama dan kedua ini hanya berselang sekitar 15 menit. Anggota geng motor yang berbadan kekar ini menyerang pengunjung toko tersebut. "Jumlah dalam penyerangan yang kedua ini lebih banyak dibanding yang pertama," katanya.

Kemudian para penyerang ini pergi, namun selang 30 menit mereka datang lagi dan menyerang 7-Eleven Salemba. Jumlah penyerang kali ini jumlahnya lebih sedikit dibanding penyerangan yang kedua. "Kalau penyerangan yang ketiga jumlahnya lebih kecil," katanya.

Sebelumnya, satpam 7-Eleven menyebutkan tempat kerjanya diserang dua kali oleh gerombolan itu. Satpam itu menyelamatkan sejumlah pengunjung dan karyawan toko ke tempat yang aman.

Sementara itu, polisi telah mencium gerombolan ini. Polisi mendeteksi bahwa kerusuhan itu dipicu dengan tewasnya Kelasi Arifin, seorang anggota TNI AL, pada 31 Maret 2012 di Jakarta Utara, yang diduga dilakukan geng motor.

(nal/nrl)


Berita Terkait