Demikian disampaikan Karo Humas Pemprov Riau, Chairul Riski saat dikonfirmasi detikcom, Senin (16/4/2012) terkait isu lobi ke DPR tersebut. Menurut Riski, saat KPK melakukan penangkapan anggota Dewan terkait kasus suap PON itu, Rusli memang tengah berada di Jakarta.
“Tapi kami di Jakarta tidak ada melakukan pertemuan dengan DPR. Jadi tidak benar kalau ada yang menyebut melakukan lobi ke DPR terkait kasus PON,” kata Riski
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Rapat koordinasi ini juga dihadiri Menpora. Pertemuan ini membahas segala persiapan Riau sebagai tuan rumah PON,” kata Riski.
Usai menghadiri rapat koordinasi di Menko Kesra, lanjut Riski, Gubernur selanjutkan menghadiri acara Asosiasi Pemerintah Provinsi Indonesia (APPI). Acara ini diikuti seluruh gubernur se tanah air di Istana Negara.
“Gubernur sore harinya mengikuti pertemua APPI di Istana Negara bersama gubernur lainnya. Malam harinya kami baru dapat kabar soal penangkapan itu. Dan besoknya kami kembali lagi ke Riau,” tutup Riski.
Sebelumnya, Rusli disebut-sebut tahu soal kasus ini. Karena itu, pihak KPK melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap Rusli.
(cha/mad)











































