"TNI harus selidiki secara tuntas dan transparan tentang kemungkinan adanya keterlibatan anggota TNI dalam aksi teror geng motor," ujar Helmy kepada wartawan, Senin (16/4/2012).
Helmy kemudian memasukkan kekerasan oleh geng motor ini dalam kategori tindakan terorisme. "Terorisme bukan hanya soal ledakan bom tapi segala sesuatu yang secara masif menebar ketakutan dalam masyarakat. Korban langsung sesungguhnya hanya medium untuk menyebar ketakutan pada target yang besar yakni masyarakat luas," jelas Helmy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Polisi tidak perlu takut bertindak karena ini jelas menimbulkan ketakutan publik," tandas Helmy.
Sebelumnya, di Jl Pramuka Raya, 3 motor dirusak dan 2 dibakar oleh geng motor berpita kuning. Tak hanya itu, dua orang yang saat itu berada di pinggir jalan ikut dibacok. Keduanya yaitu Rendy Haryanto (20) dan Anggi Darmawan (19). Anggi akhirnya meninggal dunia setelah dirawat di RS Islam Cempaka Putih.
Saat beraksi di Jl Pramuka, seorang pengendara Yaris putih menembakkan timah panas kepada rombongan ini. Sebelumnya sumber detikcom mengatakan oknum TNI ini menjadi aktor dalam aksi kekerasan ini yang juga dilakukan di 7-Eleven, Jl Salemba Raya, Paseban, Jakarta Pusat dan Jl Pramuka Raya.
Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati membenarkan adanya dua anggota TNI yang tertembak di Jalan Raya Pramuka dini hari tadi. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus tersebut ke aparat polisi.
Untung mengatakan, penembakan itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Disebutkan dia, dua korban luka tembak yakni Kelasi Sugeng Riyadi, anggota Lafial mengalami luka tembak pada telinga kanannya. Korban lainnya yakni anggota Yonif Linud 503 Kostrad Prada Akbar Fidi Aldian, mengalami luka tembak pada dada sebelah kanan dan tembus ke punggung.
(fjr/fjr)











































