Polisi Dinilai Tak Sepenuh Hati Selesaikan Kasus Geng Motor

Polisi Dinilai Tak Sepenuh Hati Selesaikan Kasus Geng Motor

- detikNews
Senin, 16 Apr 2012 09:06 WIB
Polisi Dinilai Tak Sepenuh Hati Selesaikan Kasus Geng Motor
Jakarta - Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat menyesalkan lambannya pihak kepolisian dalam upaya penyelesaian kasus geng motor yang marak akhir-akhir ini. Hal ini kemudian menyebabkan tindakan kekerasan geng motor tersebut justru semakin marak.

"Polisi ini terkesan takut-takut, terkesan dia tidak sepenuh hati untuk mengusut kasus geng motor ini," ungkap Martin saat dihubungi detikcom, Senin (16/4/2012).

Akibatnya, aksi kekerasan oleh geng motor justru makin memanas. Dalam jangka waktu 2 minggu di Jakarta tercatat ada 3 orang yang meninggal akibat ulah kekerasan kelompok tersebut. Menurut Martin, polisi harus bertindak tegas dan memperbaiki kualitas kinerja mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira polisi ini harus lebih disiapkan, untuk menghadapi banyaknya kasus-kasus tindak kriminal yangg terjadi sekarang ini. Polisi saat ini kurang berkualitas, jadi harus lebih banyak polisi-polisi yang berkualitas. Polisi saat ini ditempatkan dalam semua bidang. Masalah yang harus dihadapi soal demo lah, perkelahian antar murid lah, pornografi, hiburan malam, geng motor, dan sebagainya," papar Martin.

Sebelumnya, di Jl Pramuka Raya, 3 motor dirusak dan 2 dibakar oleh geng motor berpita kuning. Tak hanya itu, dua orang yang saat itu berada di pinggir jalan ikut dibacok. Keduanya yaitu Rendy Haryanto (20) dan Anggi Darmawan (19). Anggi akhirnya meninggal dunia setelah dirawat di RS Islam Cempaka Putih.

Saat beraksi di Jl Pramuka, seorang pengendara Yaris putih menembakkan timah panas kepada rombongan ini. Sebelumnya sumber detikcom mengatakan oknum TNI ini menjadi aktor dalam aksi kekerasan ini yang juga dilakukan di 7-Eleven, Jl Salemba Raya, Paseban, Jakarta Pusat dan Jl Pramuka Raya.

Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati membenarkan adanya dua anggota TNI yang tertembak di Jalan Raya Pramuka dini hari tadi. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus tersebut ke aparat polisi.

Untung mengatakan, penembakan itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Disebutkan dia, dua korban luka tembak yakni Kelasi Sugeng Riyadi, anggota Lafial mengalami luka tembak pada telinga kanannya. Korban lainnya yakni anggota Yonif Linud 503 Kostrad Prada Akbar Fidi Aldian, mengalami luka tembak pada dada sebelah kanan dan tembus ke punggung.

(/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini