“Kalau orang lagi butuh sesuatu atau takut gagal, maka adanya yang dianggap sebagai penyelesaian akan dicari. Itulah yang dimanfaatkan oleh di pengedar kunci jawaban,” terang Anton kepada kepada detikcom, Minggu (15/4/2012) saat piket malam di SMAN 1 Subang.
Karena untuk membocorkan jawaban UN, lanjutnya sangat kecil sekali bahkan hampir tidak mungkin. “Soal itu sudah dipak sedemikian ketat, bahkan disegel. Ketika tiba di tempat penyimpanan pun langsung dimasukkan ke ruangan dan ruangannya disegel,” ujarnya lagi sambil menunjukkan segel yang menempel di pintu ruangan tempat penyimpanan soal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak dari hari Kamis kemarin, Anton mengajak kepada siswa-siswa yang akan mengikuti UN untuk lebih banyak belajar, berdoa memperbanyak amalan ibadah seperti membaca Qur’an.
Malam ini persiapan untuk pelaksanaan UN di Subang sudah siap. SMAN 1 Subang dijadikan sebagai titik pusat transit dikumpulkannya soal-soal yang akan didistribusikan ke sekolah-sekolah yang menyelenggarakannya.
Tempat di SMAN 1 Subang dijaga sedikitnya 5 orang petugas piket. 2 orang diantaranya anggota polisi yang akan piket sampai UN berakhir.
(/)











































