Lagi, KJRI Dubai Pulangkan 14 TKW Bermasalah

Laporan dari Dubai

Lagi, KJRI Dubai Pulangkan 14 TKW Bermasalah

- detikNews
Minggu, 15 Apr 2012 21:20 WIB
Lagi, KJRI Dubai Pulangkan 14 TKW Bermasalah
Dubai - Sebanyak 14 TKW bermasalah kembali berhasil dipulangkan oleh KJRI Dubai, setelah proses hukum, penyelesaian kasus dan administrasi mereka diselesaikan dengan pengadilan, kantor imigrasi, kepolisian setempat serta agen penyalur dan majikan.

"Mereka telah dipulangkan pada Sabtu, 14/4/2012, kemarin," demikian Konsul Pensosbud KJRI Dubai Adiguna Wijaya kepada detikcom, Minggu (15/4/2012).

Ke-14 TKW tersebut sebagian besar berasal dari berbagai kota di provinsi Jawa Barat, yakni Enok Umyati binti Marja Sarim, Eti binti Sapta Kardia (Sumedang), Imas Eli Yulipah binti Apud (Bandung), Siti Juariah binti Dede Baedin (Sukabumi), Darti binti Rasti Nurja (Karawang), Kunaah binti Casilah Dasar, Sumarni binti Kartawi Asta, Kasminah binti Taskim Kasan (Indramayu), dan Kulsum binti Wastari Kasnad (Subang).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian Muntamaroh binti Bardun Dulah (Cilacap, Jawa Tengah), Indrawati binti Syamsudin Masrang, Fitria binti Hasan Jamaludin (Sumbawa, NTB), Ni Ketut Yeliani dan Mitha Safira Regina Putri (Denpasar, Bali).

Dua orang dari Bali tersebut adalah tenaga kerja formal yang sempat bekerja selama tiga pekan sebagai tenaga terapis di sebuah spa di Dubai. Mereka mendatangi dan meminta bantuan KJRI Dubai karena kondisi pekerjaan mereka tidak sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani sebelumnya.

Sementara lainnya kabur dengan alasan beban kerja terlalu berat, majikan ringan tangan dan tempramental, tidak digaji, difitnah, diperlakukan semena-mena, bermasalah dengan sesama tenaga kerja yang berbeda suku bangsa pada majikan sama, maupun pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak kerja.

Ke-14 TKW bermasalah tersebut sebelumnya telah berada di penampungan sementara KJRI Dubai dengan kurun waktu bervariasi antara 1 pekan hingga 6 bulan. Mereka berada di penampungan KJRI Dubai setelah sebelumnya datang meminta bantuan seusai kabur dari majikan.

Majikan mereka di Dubai sangat beragam suku bangsa, yaitu warga asli UAE, Iran, Kuwait, dan Palestina. Hampir semua TKW bermasalah yang dipulangkan kali ini sebelumnya pernah bekerja di Qatar, Kuwait, Yordania, dan Arab Saudi dengan kurun waktu antara 2 hingga 7 tahun.

Hal lain yang menonjol dalam pemulangan kali ini adalah masih ada beberapa TKW yang dipalsukan umurnya oleh agen tenaga kerja di Indonesia. Mereka memiliki perbedaan usia lebih muda atau lebih tua antara yang dicantumkan di paspor dengan usia asli mereka.

Selama di penampungan sementara KJRI Dubai, para TKW bermasalah itu sempat mengikuti berbagai kelas Sekolah TKW yang diselenggarakan atas kerjasama KJRI Dubai dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Dubai, yakni kelas Bahasa Inggris, komputer, menjahit dan ketrampilan, table manners dan merangkai bunga.

Tujuan utama KJRI Dubai mengadakan sekolah ini adalah untuk pembinaan dan pemberdayaan para TKW tersebut, juga sebagai sarana pembelajaran untuk menambah bekal kemampuan dan keterampilan mereka.

Harapan KJRI Dubai, agar sekembalinya ke tanah air mereka tidak lagi ke luar negeri menjadi TKW, namun mencoba untuk mencari pekerjaan lebih baik di Indonesia berdasarkan pengetahuan dan ketrampilan yang telah diperoleh dari mengikuti Sekolah TKW tersebut.

Para TKW bermasalah menyampaikan terimakasih atas bantuan dan perhatian dari KJRI Dubai. Mereka juga mengatakan bahwa selama di penampungan telah diperlakukan dengan baik dan dipenuhi berbagai kebutuhan mereka.

Sejak Januari 2012 hingga saat pemulangan terakhir ini, KJRI Dubai telah berhasil membantu dan memulangkan 77 TKW bermasalah dari Dubai dan 5 emirat lainnya yang menjadi wilayah kerja KJRI Dubai.

Menurut Adiguna, bantuan kepada para TKW bermasalah itu bagian dari pelayanan KJRI Dubai berpedoman pada pelayanan dan perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia dengan cepat, tepat, murah, ramah, memuaskan, terbuka dan bertanggung jawab.

"Keberhasilan pelaksanaan sistem pelayanan warga oleh KJRI Dubai tercapai karena kerjasama dan koordinasi dengan seluruh instansi terkait, baik perwakilan RI di luar negeri maupun berbagai instansi di dalam negeri," demikian Adiguna.
(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads