"Kita kan tidak mengajukan hal-hal yang mengkungkung kebebasan mereka. Jadi semua berjalan seperti apa adanya di parlemen, kadang bersama kadang bisa berseberangan. Koalisi yang ada sekarang sudah lebih dari cukup," kata Sutan kepada detikcom, Sabtu (14/4/2012) malam.
Namun Sutan mengaku tidak mengetahui adanya draf koalisi parlemen yang disodorkan partainya ke Gerindra dan Hanura. Draf ini disodorkan setelah Demokrat mengakomodir keinginan partai menengah terkait RUU Pemilu yang baru disahkan DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Elite Demokrat sebelumnya berharap agar Gerindra dan Hanura mau bergabung dalam koalisi parlemen. Alasannya Demokrat khawatir Golkar dan PKS yang notabene anggota koalisi akan berseberangan sikap terkait kebijakan pemerintah.
"Kalau ada koalisi lompat jauh, mereka (Gerindra dan Hanura) bisa bantu Demokrat," kata Sutan Bhatoegana, Jumat (13/4).
Dia menjelaskan koalisi parlemen yang ditawarkan bertujuan untuk memperkuat dukungan politik atas kebijakan yang diambil pemerintah. "Ada masanya kita merangkul, berjalan bersama. Kalau ada program-program kepentingan rakyat ya harus didukung bersama," sambungnya.
(fdn/trq)











































