Undang-undang (UU) Pemilu yang baru saja disahkan DPR mematok nilai
parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen sebesar 3,5
persen. Angka ambang batas tersebut dinilai cukup tinggi. Apakah parpol baru yakin bisa melewati nilai ambang batas tersebut.
Jika menilik komposisi DPR saat ini, terdapat dua partai baru yang duduk di parlemen, yaitu Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
Gerindra dan Hanura mendapatkan jatah kursi di parlemen setelah bertarung dengan belasan partai baru lainnya dan lolos PT 2,5 persen pada pemilu 2009. Saat itu, Gerindra lolos dengan persentase perolehan suara 4,46 persen dan Hanura 3,37 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menempatkan wakilnya di parlemen, partai-partai baru tersebut
harus menghadapi kenaikan nilai PT sebesar 1 persen dibanding pemilu
sebelumnya, yaitu 3,5 persen. Lalu bagaimana keyakinan partai-partai
baru menghadapi kenaikan angka PT?
"Pastinya kita yakin, kalau nggak punya keyakinan itu kita nggak akan
bikin partai dong," kata Ketua Umum Partai SRI, Damaianus Taufan, saat
berbincang dengan detikcom, Sabtu (14/4/2012) malam.
Mengusung Sri Mulyani sebagai capres, Taufan yakin Partai SRI akan mendulang banyak suara di pemilu 2014. Selain itu, menurut Taufan, ada indikasi bahwa rakyat saat ini sudah jenuh dengan partai lama. Sehingga, ia melanjutkan, peluang partai baru untuk menembus PT 3,5 persen cukup besar.
Keyakinan sama dilontarkan oleh Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang
mengaku yakin lolos PT 3,5 persen. Bahkan, Nasdem yakin memperoleh persentase suara pemilih sebesar 5 persen.
"Kami yakin dan pasti akan mendapatkan pencapaian 5 persen," kata kata Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Sugeng Suparwoto.
Menilik perjalanan Gerindra dan Hanura, ada peluang partai-partai baru tersebut lolos ke parlemen. Namun tentu saja diperlukan usaha ekstra.
Menjelang pemilu 2009, Gerindra dan Hanura banyak beriklan di berbagai
media elektronik. Hasilnya tidak mengecewakan, kedua partai tersebut
berhasil menempatkan wakilnya di parlemen.
Langkah Gerindra dan Hanura saat ini sedang diikuti oleh Nasdem yang sudah sering terlihat beriklan di televisi. Hasilnya? Kita tunggu pemilu 2014 nanti.
(tor/fdn)
