Keluarga ternyata sudah memiliki firasat sebelum Anggi Darmawan (19) tewas dikeroyok geng motor pita kuning. Ibunda Anggi merasa aneh saat anaknya hendak keluar rumah dengan dandanan rapi tak seperti biasanya.
Keluarga Anggi tinggal di rumah sederhana di Jalan Keselamatan Ujung, Tebet, Jakarta. Untuk mencapai rumahnya, maka harus melalui gang sempit yang hanya bisa dilalui oleh satu motor. Saat ditemui di rumahnya, ibunda Anggi Lina masih tampak sedih. Matanya terlihat sembab dan nada suaranya berat.
"Waktu kejadian malam itu dia dandan terus, dandan rapi. Dia mengaca terus, padahal biasanya nggak begitu," kata ibunda Anggi, Lina Marlina (39), saat berbincang dengan detikcom di kediamannya, Sabtu (14/4/2012) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Lina, Anggi adalah sosok anak baik. Anak pertama dari dua bersaudara itu pun terkenal pendiam. Meski begitu, Anggi adalah sosok yang mudah bergaul. Ia memiliki banyak teman yang sering mengajaknya keluar.
Saat hendak menonton balap liar yang sering berlangsung di Jalan Pramuka, Jakarta Pusat, Anggi menjadi korban kebrutalan 50-an anggota geng motor pita kuning yang beraksi Jumat (13/4) dinihari. Anggi menghembuskan nafas terakhir setelah sempat dirawat di RS Islam, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Atas kejadian ini Lina hanya bisa pasrah. Namun ia meminta polisi mengusut dan menghukum pelaku pembunuh anaknya. "Hutang nyawa dibayar dengan nyawa. Saya percaya bahwa Polsek Cempaka Putih akan menangkap pelakunya, jadi saya nggak akan menuntut sana-sini, saya hanya menunggu saja," imbuhnya.
(tor/fdn)











































