Menurut saksi mata, Tugiman, api berasal dari kompor milik Pareng yang berbahan bakar kayu. Diduga salah satu keluarga Pareng lupa mematikan kompor sehingga saat semua penghuni rumah sedang istirahat, api tiba-tiba menjalar.
"Kejadiannya sekitar jam 4. Api langsung membesar tapi untungnya pak Pareng dan keluarganya selamat," kata Tugiman, Sabtu (14/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang rumah langsung menyelamatkan diri saat ada teriakan anak-anak yang bilang ada kebakaran," kata Suparman.
Pemadam kebakaran sempat kesulitan untuk menjangkau lokasi kebakaran karena selain jalan yang sempit tempat tersebut termasuk pemukiman padat penduduk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
"Kerugian yang kami alami bisa sampai Rp 85 juta," imbuh Suparman.
(alg/fdn)










































