'Kampanye' di Pasar Tebet, Hidayat Nurwahid Sentil Geng Motor

'Kampanye' di Pasar Tebet, Hidayat Nurwahid Sentil Geng Motor

David Saut - detikNews
Sabtu, 14 Apr 2012 16:46 WIB
Kampanye di Pasar Tebet, Hidayat Nurwahid Sentil Geng Motor
Jakarta -

Cagub DKI Jakarta Hidayat Nurwahid menampung unek-unek pedagang Pasar Tebet. Ia juga menyentil aksi kebrutalan geng motor yang mengganggu keamanan warga Jakarta.

Hidayat tiba di Pasar Tebet, Jakarta Timur, Sabtu (14/4/2012) sekitar pukul 16.00 WIB. Ia bergegas masuk ke dalam Masjid Nurul Iman yang berada di basement pasar itu.

Eks Presiden PKS ini langsung disambut puluhan simpatisan dan pedagang Pasar Tebet. Mereka lalu saling berdiskusi bersama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang pedagang menumpahkan kekecewaannya atas tingginya harga sewa di Pasar Jaya. "Kita di sini cukup kesulitan harga sewa di Pasar Jaya," keluh si pedagang.

Menanggapi hal itu, Hidayat berusaha memberikan jalan keluar terbaik. "Karena segala sesuatu harus transparan makanya yang akan kita kerjakan dan sangat mungkin bisa bertemu dengan DPRD dan nanti gubernur dengan realita dari rakyatnya akan semakin mudah untuk menegosiasi agar Pasar Jaya tidak membuat harga berlebihan," papar Hidayat yang terbalut kemeja warna pink bergaris-garis ini.

Hidayat berharap Pasar Jaya berpihak pada pedagang.

Dalam kesempatan itu, Hidayat juga ikut menyoroti aksi geng motor yang memakan korban jiwa.

"Ada geng motor yang melakukan kekerasan luar biasa. Karena itu, Jakarta masih kurang aman dalam penjamin keamanan," sentil dia.

Tidak hanya geng motor, Hidayat membahas menjamurnya mal di ibukota. Ia meminta mal tidak mematikan pasar tradisional tetapi meningkatkan kualitas pasar tradisionol.

"Bangkok dulu macet dan banjir tetapi sekarang tidak. Kalau Bangkok bisa, kenapa kita tidak?" cetus dia.

Hidayat berjanji akan memperjuangkan hal-hal tersebut untuk warga Jakarta. Bagi dia, seorang pemimpin bukan sekadar berada di depan tetapi juga bisa menjadi imam.

"Pemimpin negara sekaligus pemimpin dalam keagamaan. Maka, seorang pemimpin bisa melihat dua arah, yang bisa merasakan, dan melihat rakyatnya sehingga membuat kebijakan yang betul-betul untuk rakyatnya," kata Hidayat.

(aan/ndr)


Berita Terkait