Geng Motor Mengamuk, Kontras: Kapolda Gagal Lindungi Warga Jakarta

Geng Motor Mengamuk, Kontras: Kapolda Gagal Lindungi Warga Jakarta

Andri Haryanto - detikNews
Sabtu, 14 Apr 2012 15:40 WIB
Geng Motor Mengamuk, Kontras: Kapolda Gagal Lindungi Warga Jakarta
Jakarta - Kontras mengecam aksi kebrutalan berdarah geng motor di sejumlah lokasi ibukota. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung S Rajab dinilai gagal melindungi warga Jakarta.

"Kami menyimpulkan, Kapolda Metro Jaya dan jajarannya gagal melindungi warga Jakarta dan tidak melakukan kerja penegakan hukum atas praktek kekerasan yang terjadi sebelumnya, seperti penganiayaan hingga mengakibatkan meninggalnya kelasi Arifin di Kemayoran pada Minggu 31 Maret 2012," papar Koordinator Kontras, Haris Azhar, dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (14/4/2012).

Kontras juga menyayangkan keputusan melibatkan POMAL dalam mendalami kasus penyerangan massal dan brutal dini hari lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan POMAL tugasnya hanya untuk kejahatan-kejahatan di dalam militer. Tindakan ini justru membuka ruang militer Indonesia masuk dalam urusan kehidupan sipil. Patut disayangkan," ujar Haris.

Kontras mendesak Polda Metro Jaya harus berani dan lebih profesional dalam melakukan penegakan hukum terutama terhadap tindakan-tindakan brutal dan premanistik.

Kedua, Kontras meminta agar Komisi I DPR menegur Presiden, Kapolri dan Panglima TNI agar tidak mencampuradukan urusan Kamtibmas dengan militeristik, dengan cara melibatkan POMAL dalam urusan ini.

Terakhir, kami meminta polisi harus menangkap semua pelaku kejahatan yang melukai dan membunuh sejumlah orang dalam beberapa hari terakhir.

"Jangan hanya bisa menangkap pembunuh anggota TNI AL saja, akan tetapi harus seimbang. Selain itu Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial harus memberikan jaminan dan santunan biaya-biaya akibat brutalitas ini," kata Haris.

(aan/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini