"Saya sangat memahami karena rasa kesatuan korps sangat tinggi kalau satu dikeroyok yang lain reaksi cepat. Tapi apabila ada anggota TNI yang dikeroyok oleh oknum masyarakat sipil ini adalah domain polisi. Saya katakan itu hal melanggar aturan. Komandannya harus bertanggungjawab," kata Hayono kepada detikcom, Sabtu (14/4/2012).
Menurut dia, aparat TNI hanya perlu mengadukan tindakan pengeroyokan kepada polisi. Tak ada aturan yang memperbolehkan TNI menindak secara langsung.
"Kalau ada hal seperti itu wilayah polisi. TNI harus meminta kepada polisi untuk mengusut aparat TNI yang dikeroyok, TNI tidak boleh turun secara langsung," kata dia.
Hayono mendorong agar petinggi TNI megawasi anak buahnya di lapangan. Menjatuhkan sanksi kepada anakbuahnya yang melakukan kekerasan terhadap masyarakat sipil.
"Ini menjadi tanggungjawab komandannya untuk segera melakukan tindakan disiplin kepada anggota TNI yang melanggar dan tidak boleh dibiarkan. Komandan paling tingginya harus memberikan sanksi, kalau angkatan laut ya komandan pangkalannya, atau bisa saja panglima kodam kalau angkatan darat," desaknya.
Sebelumnya sumber detikcom mengatakan oknum TNI ini melakukan tindakan kekerasan di 7-Eleven, Jl Salemba Raya, Paseban, Jakarta Pusat dan Jl Pramuka Raya.
Di Jl Pramuka Raya, 3 motor dirusak dan 2 dibakar. Tak hanya itu, dua orang yang saat itu berada di pinggir jalan ikut dibacok. Keduanya yaitu Rendy Haryanto (20) dan Anggi Darmawan (19). Anggi akhirnya meninggal dunia setelah dirawat di RS Islam Cempaka Putih.
Saat beraksi di Jl Pramuka, seorang pengendara Yaris putih menembakkan timah panas. Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati membenarkan adanya dua anggota TNI yang tertembak di Jalan Raya Pramuka dini hari tadi. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus tersebut ke aparat polisi.
Untung mengatakan, penembakan itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Disebutkan dia, dua korban luka tembak yakni Kelasi Sugeng Riyadi, anggota Lafial mengalami luka tembak pada telinga kanannya. Korban lainnya yakni anggota Yonif Linud 503 Kostrad Prada Akbar Fidi Aldian, mengalami luka tembak pada dada sebelah kanan dan tembus ke punggung.
Usai menembak korban, pengendara Yaris melarikan diri ke arah Rawasari kemudian masuk tol antara Tol Rawamangun dan Tol Rawasari. Sementara kedua korban dibawa ke RSPAD menggunakan taksi. (van/ndr)











































