Gus Dur Nasihati SBY Jauhkan Politik Agama

Gus Dur Nasihati SBY Jauhkan Politik Agama

- detikNews
Selasa, 10 Agu 2004 18:25 WIB
Jakarta - Capres SBY dinasihati Gus Dur agar menjauhkan politik yang mengedepankan agama. Sedangkan SBY menampik pertemuannya dengan Gus Dur disebut politik praktis.Pertemuan SBY dengan Gus Dur berlangsung di rumah Gus Dur jalan Warung Sila Ciganjur Jakarta Selatan pukul 16.45-17.40 WIB, Selasa (10/8/2004)."Saya bilang kepada Pak Bambang Yudhoyono, langkah pertama yang harus diambil yaitu menjauhkan politik primordial yang mengedepankan agama. Itu harus dijauhkan," ujar Ketua Dewan Syuro PKB ini singkat.Sedangkan SBY mengaku bersyukur bisa silaturahmi dengan Gus Dur setelah sekian lama mengikuti kampanye."Ini pertemuan silaturahmi. Jadi tidak tepat kalau ini merupakan pertemuan polik praktis. Saya tidak tepat berbicara kepada beliau tentang masalah yang sedang berlangsung saat ini. Contohnya kompetisi yang sedang berlangsung saat ini. Biarkanlah rakyat untuk menentukan semuanya. Kita sebaiknya tidak mengabaikan apa yang menjadi wilayah kedaulatan rakyat," ujarnya diplomatis.SBY mengaku menyampaikan banyak hal kepada Gus Dur, begitu pula sebaliknya. Antara lain seputar pandangan-pandangan dan nasihat-nasihat tentang kehidupan bernegara."Hal-hal yang dibahas antara lain bagaimana dalam dinamika dan perkembangan politik yang kadang-kadang keras seperti ini, kita tetap terikat dalam sebuah kesatuan wawasan kebangsaan yang kuat," katanya.Kemudian, lanjut dia, bagaimana dalam menghadapi permasalahan-permasalahan, diharapkan ada toleransi, harmoni, dan kebersamaan sebagai bangsa tetap terpelihara dengan baik."Kami juga membahas, tidak sepatutnya rasa kebangsaan tereduksi oleh politik praktis, sebagaimana misalnya identitas yang tidak perlu dibawa-bawa ketika kita berkompetisi secara politik. Pendek kata, kebangsaan sebagai bangsa tetap terpelihara dan dikembangkan," ujar SBY panjang lebar.Isu lain yang dibahas, papar dia, tentang bagaimana Indonesia bisa ikut berperan baik dalam hubungan internasional, seperti situasi di Timteng. Di mana Indonesia memiliki peran untuk menyelesaikan persoalan di Timur Tengah dengan baik, juga di tempat-tempat lainnya di kawasan ASEAN."Saya berharap, Gus Dur dengan kesibukan yang ada bisa meneruskan dan melakukan pencerahan bagaimana kehidupan berbangsa dan bernegara," demikian SBY. (sss/)


Berita Terkait