Ilham, salah seorang warga di kawasan Busung, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Aceh, menyampaikan berdasarkan pemantauannya ada kesan daratan naik. Tandanya, tempat biasa warga menambatkan sampan, tiba-tiba sudah kandas dengan daratan.
“Biasanya walaupun surut, sampan tidak pernah kandas kalau ditambatkan di sini, sekarang tidak lagi. Kemudian batas air laut yang ada di pinggiran pulau juga sudah turun, pertanda daratan naik,” kata Ilham kepada wartawan di Simeulue Timur, Jumat (13/4/2012) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Simeulue AKBP Parluatan Siregar menyatakan memang mendapat informasi tentang daratan pulau yang naik itu, dan segera mendatangi lokasinya. Namun kepastian tentang kemungkinan adanya daratan yang naik itu, belum didapat dari ahlinya.
“Memang batas air laut yang biasa, sudah berubah sejak gempa. Hanya saha apakah airnya turun, atau daratannya yang naik, saya belum mendapat informasi pasti,” tukas Kapolres Parluatan.
Gempa berkekuatan 8,5 SR melanda Simeulue, dan juga daratan Pulau Sumatera pada umumnya, terjadi pada Rabu (11/4/2012) sore. Di Simeulue, gempa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya ada kerusakan pada bangunan milik Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Simeulue.
(rul/ahy)











































