Aksi demo itu semula berlangsung di sekitar Lapangan Merdeka, Jl Balai Kota, Medan. Massa berjumlah belasan orang yang menamakan diri Komite Tani Menggugat itu, bermaksud menyampaikan berbagai persoalan tanah di Sumut dan meminta Wapres Boediono membantu penyelesaiannya.
Massa sebenarnya berusaha mendekat ke Hotel JW Marriott, Jl Putri Hijau yang menjadi tempat menginap Wapres Boediono dan rombongan. Namun rencana itu dihalang personel tentara yang berasal dari Batalyon Arteleri Pertahanan Udara Sedang (Arhanudse) 11/Berdiri Sendiri yang melakukan pengamanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa ada yang terjatuh saat berusaha menghindar dari pengusiran tentara. Beberapa wartawan yang berada di belakang pendemo ikut terjatuh. Namun tidak berhenti sekedar membubarkan pendemo, tentara juga memukul beberapa wartawan yang bermaksud mewawancarai salah satu perwira menengah terkait pembubaran itu.
"Kami dihalang-halangi. Wajah saya dipukul tentara," kata Yudhistira, reporter Berita Satu TV.
Kendati massa pendemo bubar, rombongan wapres tidak jadi lewat jalur tersebut. Sementara kasus pemukulan itu rencananya akan diadukan ke pihak yang berwajib.
(rul/trw)











































