Ketua DPR Marzuki Alie melihat Rumah Jabatan Anggota (RJA) DPR terlalu menyedot uang negara. Dia sepakat RJA dijual dan uangnya dikembalikan ke negara.
"Pimpinan sudah mengevaluasi sebaiknya rumah jabatan dikembalikan ke negara dan dijual. Pimpinan sepakat dikembalikan ke negara," kata Marzuki.
Hal ini disampaikan Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, setiap tahun banyak uang negara dihamburkan. Karena biaya perawatan RJA tidak hanya mahal, uangnya bisa dimanfaatkan untuk yang lain.
"Setiap 5 tahun kita tahu berapa ratus miliar untuk renovasi, biaya tahunan, dan biaya orang jaga, dan lainnya tidak dihitung. Itu baru harga maintenance-nya saja," tandasnya.
RJA DPR terdapat di Kalibata dan Ulujami. Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyebut, anggaran pemeliharaan rumah jabatan anggota DPR dan wisma peristirahatan 2012 mencapai Rp 101,1 miliar. LSM tersebut menganggap dana sebanyak itu sebagai pemborosan APBN.
(van/nrl)











































