KPK Telusuri Peran Indah untuk Berkas Miranda Gultom

KPK Telusuri Peran Indah untuk Berkas Miranda Gultom

Moksa Hutasoit - detikNews
Jumat, 13 Apr 2012 05:11 WIB
KPK Telusuri Peran Indah untuk Berkas Miranda Gultom
Jakarta -

Nama Indah beberapa kali muncul dalam sidang kasus cek pelawat dengan terdakwa Nunun Nurbaetie. Komisi Pemberantasan Korupsi akan menelusuri jejak Indah untuk berkas tersangka, Miranda Gultom.

"Indah akan digunakan untuk ungkap missink link yang muncul selama ini di kasus MG," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi, kepada detikcom, Jumat (13/4/2012).

Johan menjelaskan, fakta mengenai Indah muncul dalam sidang di Pengadilan Tipikor. Beberapa saksi yang dihadirkan jaksa, menerangkan sosok Indah sebagai pihak yang dianggap mengetahui soal perjalanan cek dari Bank Arta Graha

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun kemungkinan Indah bisa dihadirkan di pengadilan kecil. Sidang Nunun tidak lama lagi akan memasuki agenda pemeriksaan terdakwa.

"KPK ini kan sekarang masih dalam penyidikan MG, jadi bisa untuk itu," jelas Johan.

Saksi meringankan untuk Nunun, Samid Bahruddin, mengaku kenal dengan Indah. Samid yang berprofesi sebagai sopir pribadi Nunun mengetahui Indah dengan nama lengkap Indah Pramurti yang bekerja sebagai pegawai HRD PT Wahana Esa Sembada, perusahaan milik istri mantan Wakapolri tersebut.

Sebelumnya, nama Indah terungkap saat Account Officer Bank Arta Graha, Tutur, dihadirkan sebagai saksi. Saat itu Tutur membenarkan, pada 8 Juni 2004 lalu, ada seorang perempuan bernama Indah yang mengambil cek pelawat itu.

Tutur juga membenarkan Indah ikut menandatangani formulir pengambilan cek pelawat. Saat itu, Tutur menduga Indah adalah perwakilan dari PT First Mujur Plantation and Industry. Setelah itu, tidak ada kelanjutan mengenai peran Indah.

Seperti diketahui, cek itu seharusnya digunakan oleh PT First Mujur untuk membeli 5 ribu hektar kebun kelapa sawit di Tapanuli Selatan. Pembayaran akan dilakukan oleh Suhardi alias Ferry Yan.

Tidak ada yang tahu apakah 480 lembar TC itu benar digunakan untuk pembelian atau tidak. Namun, 480 cek ini jugalah yang mengalir ke anggota DPR Komisi IX saat pemilihan Deputi Gubernur Senior BI dengan kemenangan Miranda Gultom.

(mok/mok)


Berita Terkait