Dukung SBY-Kalla, Julius Usman Cs Tak Takut Dikenai Sanksi
Selasa, 10 Agu 2004 16:38 WIB
Jakarta - Meilono Suwondo dan Julius Usman menegaskan dukungannya pada pasangan capres-cawapres dari Partai Demokrat SBY-Kalla bukan tanda perpecahan di PDIP. Keduanya juga mengaku tidak takut dikenai sanksi atas dukungannya pada SBY-Kalla.Pernyataan ini disampaikan Meilono Suwondo dan Julius Usman, dua politisi yang dikenal sebagai oposan di tubuh PDIP, dalam diskusi mengenai perpecahan di PDIP yang digelar Prodem di Hotel Sahid, Jl. Sudirman, Jakarta, Selasa (10/8/2004).Julius Usman menyatakan apa yang dilakukan bukan ketidakpatuhan tapi ketidakterimaan terhadap kinerja DPP PDIP. "Nggak mungkin partai pecah karena tiga orang. Karena kami menginginkan perubahan, bukan berarti tidak suka pada partai," katanya. Menurut Julius, yang dilakukannya justru untuk menyelamatkan partai. "Kami tidak ingin fanatik bodoh. Yang kita dukung adalah usaha pembaharuan yang kebetulan SBY yang bawa. Kalau pun nanti SBY terpilih dan telah melenceng, kami akan turun ke jalan."Lalu ditegaskan Julius, partai tidak bisa memaksa anggotanya untuk memilih dan mengikuti instruksi partai. "Tidak ada rencana kami untuk gabung jadi tim sukses SBY. Dan apa yang kami lakukan bukan pembusukan terhadap partai," lanjutnya.Ketika dikonfirmasi bahwa pencalonan Mega adalah keputusan kongres yang merupakan lembaga tertinggi partai, Julius menjawab ringan, "Kami kan hanya melanggar satu dari 16 hasil kongres. Kenapa mesti kami keluar. Dan saya takut kalau diberi sanksi."Sementara Meilono Suwondo menjelaskan dirinya sudah sering berbeda pendapat dengan kader atau pengurus PDIP lainnya. Contohnya sewaktu digelar Pansus Bulogate I dan II dan pembahasan amandemen UUD 1945. "Jadi, apa yang kami lakukan bukan indikasi perpecahan tapi hanya beda pendapat saja. Toh saya juga tidak pernah ditegur atau diberi sanksi. Bahkan saya diberi penghargaan," jelasnya. Meilono menegaskan ia tidak berniat untuk keluar dari partai atau membuat partai baru. "Karena partai baru itu tidak mudah. Yang kami lakukan hanya mencoba mengkritisi partai," katanya.
(gtp/)











































