"Dia (Ramadhan Pohan) itu ngomong apa saya malah jadi bingung. Dia bilang saya melanggar aturan karena ikut berdemo, tapi dia tidak bisa menunjukkan aturan mana yang saya langgar. Dia hanya asal ngomong sesuai yang diomongkan pimpinannya," ujar Rudy kepada wartawan di Solo, Kamis (12/4/2012) malam.
Pernyataan Rudy tersebut menanggapi pernyataan Ramadhan Pohan sebelumnya yang mendukung penilaian SBY bahwa kepala daerah yang ikut bergabung dalam aksi menolak kenaikan harga BBM tidak bisa dibenarkan dan bahkan bisa disebut telah membangkang terhadap pemerintahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kader partai itu tunduknya kepada keputusan partai dan instruksi ketua umum. Ketua umum partai saya Ibu Megawati Soekarnoputri, bukan Pak Taufiq Kiemas. Jadi tidak pada tempatnya kalau pendapat pribadi Pak Taufiq digunakan untuk memojokkan saya. Sebaiknya Mas Ramadhan Pohan belajar lagi agar bisa menjadi politisi yang lebih cakap," ujar Rudy.
"Yang lebih menggelikan adalah saya disebut-sebut telah melanggar aturan namun diharapkan masih bisa diampuni. Kalau memang layak dipersalahkan dan menemukan dasar hukum untuk memecat saya dari jabatan wakil wali kota, silakan ambil tindakan pemecatan itu. Kalau tidak jelas kesalahannya, lalu yang akan diampuni apanya," tegas Rudy.
Sebelumnya Rudy sudah menegaskan bahwa dirinya siap menghadapi resiko apapun atas keikutsertaannya dalam aksi penolakan kenaikan harga BBM. Rudy memaparkan keikutsertaannya pada aksi tanggal 26 Maret, disebutnya untuk mengendalikan massa. Sedangkan pada aksi tanggal 27 Maret turun ke jalan selaku Ketua DPC PDIP Kota Surakarta.
(mbr/mok)










































