Sekretaris Setgab Syarief Hasan mengakui rapat tadi malam diikuti Gerindra dan Hanura. Namun dalam rapat ini Golkar dan PKS yang notabene partai koalisi, tidak diikutsertakan.
"Iya semalam itu ada. Tidak melibatkan Golkar dan PKS karena petanya sudah ketahuan terhadap opsi (metode konversi suara ke kursi) webster dan kuota. Sementara teman-teman PDIP tidak mau surut. Jadi kita hanya menyamakan persepsi," kata Syarief di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/2/2012).
Menurut Syarief, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono harus mendapat dukungan semua pihak. Karenanya kerjasama antara eksekutif dan legislatif sebutnya harus diperkuat.
"Saya sebagai pembantu presiden concern terhadap stabilitas pemerintahan dan Kebetulan Gerindra dan Hanura sepakat dengan kita. Jadi merasa saya sangat welcome karena membangun bangsa yang besar ini harus banyak yang terlibatdi semakin bagus," terangnya.
Syarief berharap kesamaan pandangan antara koalisi Gerindra dan Hanura dalam RUU Pemilu dapat dilanjutkan. "Saya mengharapkan sembilan fraksi ini kan kita harus bangun kebersamaannya memberi kesempatan pemerintah ini berjalan dengan baagus sehingga haslnya lebih maksimal.
Namun Syarief enggan menjawab mengenai kemungkinan Gerindra dan Hanura berkoalisi. "Bukan, inikan artinya di tingkat DPR sudah ada komunikasi yang bagus. Ya saya harap begitu (kerjasama dilanjutkan)," pungkasnya.
(fdn/ndr)











































