Anak Bukan Orang Dewasa Mini, Mari Awasi Buku Ajarnya

Kisah Bang Maman

Anak Bukan Orang Dewasa Mini, Mari Awasi Buku Ajarnya

Nograhany Widhi Koesumawardani - detikNews
Kamis, 12 Apr 2012 17:52 WIB
Anak Bukan Orang Dewasa Mini, Mari Awasi Buku Ajarnya
Jakarta - Kisah 'Bang Maman dari Kali Pasir' dalam buku Lembar Kerja Siswa (LKS) kelas 2 SD cukup membuat terkejut para orang tua. Kendati maksudnya baik, mengajarkan nilai moral, konten cerita yang tak sesuai dengan umur hendaknya tak disampaikan. Ingat, anak bukan orang dewasa mini.

"Anak-anak bukan orang dewasa kecil, masih berkembang, berbeda cara berpikir dengan orang dewasa. Mereka lebih peka belajar etika, kegiatan-kegiatan mana yang membuat dia bisa menilai ini baik dan buruk. Memang perkembangannya seperti itu, kalau kita sodorkan cerita buat orang dewasa, itu bisa membuat anak berpikir itu biasa dan tidak aneh," jelas penulis buku anak Eka Wardhana.

Hal itu disampaikan Eka saat berbincang dengan detikcom, Kamis (12/4/2012). Eka, yang buku-buku anaknya diterbitkan penerbit Mizan dan Asy-Syamil ini, menambahkan banyak cara untuk menyampaikan pesan untuk membedakan baik dan buruk untuk anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau untuk membedakan baik dan buruk itu sangat banyak yang bisa diceritakan. Bukan dengan hal-hal yang nggak pantas. Sinetron saja sudah seperti itu. Dengan hal-hal yang disampaikan sinetron, di mana lagi dia harus berlindung, apalagi hal itu diujikan walaupun maksudnya baik," jelas Eka yang sudah menulis ratusan buku cerita anak ini.

Lantas siapa yang harus bertanggung jawab? Eka menjawab, jika buku sudah beredar, penerbitlah yang bertanggung jawab paling utama karena harus memiliki kriteria-kriteria yang jelas soal buku anak.

Selain itu, tanggung jawab hendaknya berada di pihak sekolah dan guru. Namun, orang tua hendaknya tidak pasrah total pada sekolah.

"Pihak pertama orang tua. Masa nggak tahu asal usulnya, tahu-tahu buku itu datang. Orang tua harus bisa menyaring. Kadang-kadang ya ini buruk sangkanya, ada permainan penerbit dengan sekolah. Kalau bukunya dibeli sekolah, dapat persenan sekian. Mungkin 95 persen isi bukunya secara keseluruhan bagus, namun ada nyelip 5 persen yang seperti itu," imbuhnya.

"Orang tua harus lakukan proteksi. Kalau tidak, akan kesulitan. Kalau memang ada unsur bisnis begitu, harus dilawan dengan keras, kalau cuma protes doang, hilang nanti ada lagi," jelas Eka.

Buku LKS Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta itu terbitan CV Media Kreasi. Dalam kisah "Bang Maman dari Kali Pasir" di buku itu, diceritakan Bang Maman meminta seorang perempuan bernama Patme untuk mengaku-ngaku sebagai istri simpanan Salim. Tindakan itu dilakukan agar putri Bang Maman yang bernama Ijah, mau menceraikan Salim. Bang Maman ingin Ijah cerai dari Salim karena sang menantu sudah jatuh miskin.

CV Media Kreasi sendiri mengakui ada salah cetak dengan tambahan kata 'simpanan' di belakang kata 'istri' yang seharusnya tidak ada. Buku itu akan ditarik pada Jumat 13 April 2012 besok.

(nwk/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads