"Kalau kami melihatnya, kenapa PKS kami keluarkan dari Setgab, adalah biar PDIP dan Golkar itu tahu bagaimana PKS. Baru sekali saja berkawan sudah ditusuknya kan mereka," kata Ruhut sambil tertawa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/4/2012).
Sikap PKS yang sebelumnya memilih metode konversi suara webster memang bersesuaian dengan Golkar dan PDIP. Sedangkan sikap akhir mereka memilih metode konversi suara kuota murni bersesuaian dengan Demokrat dan lima fraksi lainnya.
Atas sikap ini banyak yang menyangka PKS mencari aman dan ingin kembali ke Setgab. Namun, Ruhut dengan tegas menolak jika memang PKS berniat kembali.
"Sudah terlambat," terangnya.
(tor/ndr)











































