Anak Hafal Kisah \'Bang Maman\', Ortu Murid Khawatir Dewasa Terlalu Cepat

ADVERTISEMENT

Anak Hafal Kisah 'Bang Maman', Ortu Murid Khawatir Dewasa Terlalu Cepat

- detikNews
Kamis, 12 Apr 2012 16:55 WIB
Jakarta - Seorang anak kelas 2 SD Angkasa IX Halim Perdanakusumah menceritakan kisah 'Bang Maman dari Kali Pasir' dengan detail. Orang tuanya pun terkejut dan khawatir anaknya dewasa terlalu cepat.

"Rabu kemarin baru dikasih tugas sama guru. Cerita Bang Maman dari Kali Pasir," jelas anak kelas 2 di SD Angkasa IX ketika dijemput orang tuanya, di Jalan Gatot Kaca, Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (12/4/2012).

Ketika ditanya apakah hafal ceritanya, siswa SD itu pun berceloteh dengan detail runtutan ceritanya, tokoh-tokoh dan karakternya.

Mendengar cerita sang anak, sang ayah Apen sedikit terkejut dan mengungkapkan kekhawatirannya.

"Kalau saya belum tahu isinya bagaimana. Saya serahkan ke kurikulum. Terkait isi dari buku itu saya tidak bisa menilai itu baik atau buruk. Tapi kalau seperti yang diceritakan anak saya seperti itu, saya khawatir ya khawatir. Takutnya anak saya berpikir lebih dewasa dari sebelum waktunya," ujar Apen.

Apen membandingkan dirinya saat bersekolah dulu. Istilah-istilah seperti 'istri simpanan' itu adalah tabu saat itu.

"Dulu waktu zaman saya sekolah, istilah istri simpanan itu tabu untuk dibahas, tapi sekarang saya nggak tahu ya. Ya saya sih belum tahu ceritanya kaya apa," jelas Apen.

Kisah 'Bang Maman dari Kali Pasir' termuat dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta terbitan PT Media Kreasi. Buku itu menjadi pegangan di sekolah SD Angkasa kelas 2, Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur. Buku itu harus dibeli secara paket di sekolah oleh siswa.

Dalam kisah itu diceritakan Bang Maman meminta seorang perempuan bernama Patme untuk mengaku-ngaku sebagai istri simpanan Salim. Tindakan itu dilakukan agar putri Bang Maman yang bernama Ijah, mau menceraikan Salim. Bang Maman ingin Ijah cerai dari Salim karena sang menantu sudah jatuh miskin.

SD Angkasa IX sendiri memberikan konfirmasi bahwa cerita 'Bang Maman dari Kali Pasir' itu ada di Lembar Kerja Siswa (LKS) dan bukan buku ajar utama. Cerita itu termuat dalam halaman 30 LKS 'Ceria, Cermat Siswa Aktif. Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta'.

"Oh itu ada di LKS," kata wali kelas 2 C SD Angkasa IX, Akim, sambil menunjukkan cerita 'Kisah Bang Maman dari Kali Pasir' di halaman 30, di buku LKS 'Ceria, Cermat Siswa Aktif. Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta'.

Hal itu dikatakan Akim ketika ditemui wartawan di sekolahnya, Jalan Gatot Kaca, Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (12/4/2012).

"Ini kan cerita rakyat. Di balik cerita ini kan ada hikmah," imbuh Akim sembari menunjukkan halaman yang menuliskan hikmah cerita itu.

Dalam buku yang diperoleh detikcom, halaman 31, di bagian akhir cerita ada hal 'Untuk Diingat' yang isinya sebagai berikut:

1. Nama-nama pelaku dalam cerita Bang Maman dari Kali Pasir ialah Maman, Ijah, Salim, Darip, Kusen, Patme, Ujang dan Gentong.

2. Pengalaman yang dapat diambil dari cerita Bang Maman adalah:
a. Sikap memanjakan anak mengakibatkan ia tidak bisa mandiri.
b. Orang yang bodoh mudah ditipu oleh orang lain.
c. Berbohong merugikan diri sendiri.
d. Orang jahat biar bersembunyi suatu saat akan ketahuan, dan akan mendapat hukuman.

Nilai luhur dalam cerita Bang Maman dari Kali Pasir adalah:
a. Manusia tidak boleh serakah
b. Menipu, mencuri dan merampok adalah perbuatan dosa
c. Jangan terpengaruh oleh bujukan setan
d. Kita harus mengasihi sesama
e. Jika berbuat baik kita akan selamat dunia akherat
f. Bersyukurlah atas semua nikmat yang diberikan Allah padamu.

"Di balik cerita pelajaran ada hikmahnya. Kalau masalah orang tua memasalahkan kalau di cerita paragraf ke-4 Bang Maman minta Patme pura-pura jadi istri simpanan Salim, masalahnya ini apa? Ini kan pura-pura menjadi istri simpanan," jelas Akim.


(nwk/nrl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT