"Kami memilih untuk konsisten dengan pilihan kami, sistem pemilu terbuka, kursi 3-8 per dapil, PT 4 persen dan konversi kursi dengan metode penghitungan Devinsor Webster," kata Wasekjen Golkar Nurul Arifin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/4/2012).
Nurul menjelaskan metode webster adalah metode penghitungan yang paling banyak digunakan dalam sistem Pemilu di dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Metode quota adalah model ketidakadilan karena partai-partai menengah yang hanya dapat kursi dari suara yang tidak sebanding dengan kursi bilangan pembagi pemilih," ujarnya.
Nurul menambahkan dengan usulan empat poin dalam RUU Pemilu, Golkar meyakini sistem presidensial akan menjadi kuat.
"Sistem ini akan lebih efektif jika jumlah partai sederhana. Lebih baik kalah demi sebuah keadilan daripada menang tapi mengingkari keadilan," tegas Nurul.
(fdn/aan)










































