Ekspresi bahagia nampak dari raut wajah Siti sebelum dibawa ke ruang operasi pada pukul 07.30 WIB. Siti yang kini biasa disapa Joy, kependekan dari Joyo, ditangani oleh dr Ardi. Sebelumnya, ia diharuskan berpuasa sebelum menjalankan operasi.
"Aku udah puasa dari jam 2 pagi, terus jam 6 tadi mulai diinfus. Minta doanya ya," kata Joy sebelum dibawa ke ruang operasi RS Kariadi Semarang, Kamis (12/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operasi yang hingga kini belum selesai dan berlangsung hampir 4 jam tersebut membuat ibu Joy, Ngatun, terlihat gelisah. "Semoga semuanya lancar," katanya.
Sebelumnya Joy sudah menjalani rawat inap sejak Jumat (30/3/2012). Namun menurut Joy, selama menunggu di Ruang Retita A4, dirinya hanya ditengok sesekali oleh dokter pengganti. Sementara itu Humas RS Kariadi, Darwito mengatakan, butuh proses untuk melakukan kesehatan salah satunya adalah pengecekan kesehatan.
"Butuh proses untuk mengecek tekanan darah dan jantung pasien. Untuk tim operasi dan peralatan kami sudah siap," ungkap Darwito, Senin (9/4).
Joy lahir sebagai perempuan bernama Siti Maemunah. Saat itu, menurut pengakuan orang tuanya, kelamin Joy mirip alat vital perempuan. Tapi menjelang remaja, usai SMP, remaja berambut lurus itu merasa sebagai lelaki, baik psikologis maupun fisiknya.
Kemudian Siti mengajukan perubahan ganti kelamin ke Pengadilan Negeri Semarang. Pada akhir Desember 2011 lalu, PN memutuskan pengajuan Siti diterima, sehingga sejak itu Siti diakui sebagai lelaki dan berganti nama menjadi Muhammad Prawiro Dirjoyo.
(alg/try)