Warga Banda Aceh yang Masih Trauma Pilih Tetap di Pengungsian

Warga Banda Aceh yang Masih Trauma Pilih Tetap di Pengungsian

M Rizki Maulana - detikNews
Kamis, 12 Apr 2012 09:28 WIB
Warga Banda Aceh yang Masih Trauma Pilih Tetap di Pengungsian
Jakarta - Gempa berkekuatan 8,5 Skala Richter yang menggoyang wilayah Sumatera kemarin, memaksa puluhan warga Kota Banda Aceh mengungsi. Saat ini sebagian warga Banda Aceh sudah kembali beraktivitas normal, namun sebagian yang masih trauma bertahan di pengungsian.

"Kondisi memang sudah kondusif. Namun, warga yang masih mengungsi itu kebanyakan merupakan warga yang trauma, sudah kita imbau untuk pulang tetapi mereka tidak mau. Ya sudah kita juga tidak mau memaksa, karena sesuai dengan instruksi Wakapolda, penduduk yang mau mengungsi dari rumah dibiarkan saja," terang Kapolres Banda Aceh, Kombes Pol Moffan Mudji Kawanti, kepada detikcom, Kamis (12/4/2012).

Moffan menambahkan, untuk kota Banda Aceh, sebenarnya tidak mengalami kerusakan yang parah akibat gempa tersebut. Laporan yang diterima oleh pihaknya menyebutkan hanya tembok Lembaga Pemasyarakatan Lambaro yang rubuh. Sementara untuk korban yang jatuh juga bukan merupakan akibat langsung dari gempa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kerusakan yang parah belum ada, hanya tembok lembaga pemasayarakatan di daerah Lambaro itu runtuh. Tetapi hanya runtuh tembok luar, bukan bagian dalam sehingga tidak ada napi yang kabur. Sementara untuk korban luka kebanyakan karena pada saat lari terburu-buru dan berdesak-desakan, itupun kebanyakan hanya luka lecet," jelasnya.

Sebelumnya, menurut BNPB, gempa bumi 8,5 SR yang terjadi pada hari ini Rabu (11/4) pada pukul 15:38:33 WIB di 346 km barat daya Simeulue Aceh telah diikuti gempa susulan sebanyak 16 kali. Gempa pertama dengan 8,5 SR yang diikuti 5 kali gempa. Sedangkan gempa 8,1 SR pada pukul 17:43:06 WIB di 483 km barat daya Simeulue telah diikuti 11 kali gempa.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan tsunami. Peringatan tersebut kemudian dicabut dua jam setelah gempa tepatnya pukul 19.45 WIB, Rabu (11/4).

(riz/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini